Setelah tujuh tahun tertutup, ruang publik seluas hampir satu hektare ini kembali bisa diakses untuk bersantai. Namun ada sejumlah aturan yang wajib ditaati.
PURWOKERTO – Kabar gembira bagi warga Banyumas dan sekitarnya. Area rumput Alun-alun Purwokerto yang selama bertahun-tahun tidak boleh diinjak, kini resmi bisa diakses pengunjung untuk duduk dan bersantai.
Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Sabtu (18/4/2026). Keputusan tersebut diambil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, setelah mendengar langsung aspirasi masyarakat yang ingin menikmati alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman.
“Ini juga karena aspirasi masyarakat. Mulai Sabtu kemarin, area rumput Alun-alun sudah bisa diakses,” ujar Sadewo, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, selama ini area berlantai keramik sangat terbatas. Pengunjung kerap kebingungan mencari tempat duduk. Dengan dibukanya area rumput, ruang untuk bersantai menjadi lebih lega.
“Tapi ada tapinya. Harus mau bersama-sama menjaga keasrian dan kebersihan. Baik pengunjung maupun pedagang,” tegasnya.
Tujuh Tahun Tertutup, Kini Kembali Terbuka
Sebelumnya, selama kurang lebih tujuh tahun, area rumput Alun-alun Purwokerto tidak boleh diinjak apalagi diduduki. Alasannya, rumput cepat rusak dan biaya perawatannya tinggi.
Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menyebut bahwa perintah Bupati Sadewo mengubah kebijakan tersebut.
“Alun-alun bisa diakses kembali setelah memperhatikan aspirasi masyarakat, untuk mengakomodasi kebutuhan ruang publik bagi warga,” jelas Sugiri.
Aturan Tegas: Boleh Duduk, Tapi Dilarang Pakai Tikar
Meski dibuka, ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi pengunjung:
· Dilarang membawa tikar ke area rumput karena dapat mempercepat kerusakan rumput.
· Pedagang tetap berada di area keramik, tidak diperbolehkan masuk ke dalam area rumput.
· Pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak rumput.
“Kami menekankan beberapa larangan, seperti tidak diperbolehkan membawa tikar dan wajib menjaga kebersihan,” tegas Sugiri.
Pedagang Setuju, Omzet Justru Diprediksi Naik
Terkait keberadaan pedagang, DLH telah melakukan dialog persuasif pada Sabtu malam. Hasilnya, para pedagang menyatakan setuju untuk tidak masuk ke area dalam Alun-alun.
“Kami sudah berembug dengan para pedagang dan mereka setuju. Justru dengan dibukanya akses bagi warga, omzet pedagang di area luar akan meningkat karena volume pengunjung bertambah,” kata Sugiri optimistis.
Uji Coba dan Perawatan Berkala
Sugiri mengingatkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Masyarakat diminta tidak terkejut jika sewaktu-waktu akses masuk ke area rumput ditutup sementara.
“Saat ini masih uji coba. Kita lihat beberapa bulan ke depan, baru kita temukan ritmenya dan tentukan jadwal perawatan,” pungkasnya.
Dengan dibukanya kembali area rumput ini, diharapkan pusat Kota Purwokerto kembali hidup sebagai ruang interaksi sosial, tanpa mengabaikan ketertiban dan kebersihan kota. (Angga Saputra)








