BANYUMAS– Rangkaian peringatan Haul ke-33 KH Hisyam Zuhdi serta para Masyayikh dan muassis Pondok Pesantren Attaujieh al Islamy (Ponpes Leler) akan berlangsung meriah selama sepekan ke depan. Puncak acara rencananya digelar pada Minggu (6/9) mendatang, dengan serangkaian kegiatan yang tidak hanya religius, tetapi juga kultural dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Panitia Haul, Adib Muwaffaq, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung konsep kemeriahan yang terpusat. “Puncak acara di hari Ahad pagi akan dibuka dengan tadarrus al-Qur’an, dilanjutkan pengajian pengantar ziarah, dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada Minggu malam,” ujarnya.
Rangkaian Acara: Dari Bahstul Masail hingga Khitan Massal
Rangkaian acara sudah dimulai dua hari sebelum puncak, tepatnya pada Jumat pagi (4/9/2026), dengan gelaran Bahtsul Masail Waqi’iyyah (forum pembahasan masalah aktual). Forum yang dihadiri oleh para kiai, alumni, dan delegasi dari berbagai pondok pesantren se-Banyumas dan Cilacap ini mengangkat dua isu krusial.
“Bahtsu kali ini mengangkat persoalan hukum eksploitasi anak untuk konten media sosial dan deforestasi hutan atas nama pembangunan ekonomi. Deforestasi hutan menjadi persoalan yang kian mencuat belakangan karena efek negatifnya sekarang mulai dirasakan oleh masyarakat,” tegas Muttaqin, selaku Penanggung Jawab Bahtsul Masail.
Memasuki Sabtu malam (5/9/2026), panitia akan menggelar Khitanan Massal yang diperuntukkan bagi maksimal 15 peserta dari masyarakat Leler dan sekitarnya. Kegiatan ini diproyeksikan sebagai bentuk amal kepedulian terhadap warga kurang mampu.
“Khitanan Massal memang diproyeksikan sebagai amal dari kami untuk warga kurang mampu,” ungkap Khoerut Tamami, penanggung jawab kegiatan Khitanan.
Festival Hadrah dan Wayang Santri Jadi Magnet Utama
Untuk menyemarakkan dan memudahkan pengunjung, panitia menerapkan strategi pemusatan keramaian di satu titik lokasi. Sebuah bazar skala besar akan digelar untuk menampung para pedagang dari berbagai daerah.
“Jadi sentral keramaian memang kita arahkan pada satu lokasi. Sabtu pagi sampai sore akan digelar festival hadrah, disusul karnaval dan pagelaran wayang santri pada malam menjelang puncak acara,” tegas H. Subhan, salah satu pengurus panitia.
Kehadiran festival hadrah dan wayang santri ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat luas, selain rangkaian ibadah dan pengajian.
Profil Singkat Ponpes Leler dan KH Hisyam Zuhdi
Pondok Attaujieh al Islamy atau yang lebih akrab disapa Ponpes Leler saat ini dipandegani oleh KH. Dzakiyyul Fuad dan KH. Zuhrul Anam. Keduanya merupakan lulusan Mekah yang pernah menjadi murid dari Sayyid Muhammad al Maliki. Dalam operasional sehari-hari, mereka dibantu oleh tiga keponakan, yakni Agus Muwaffaquddin, Agus Munaffidzu Ahkamirrahman, dan Agus Hadidul Fahmi.
Almarhum KH Hisyam Zuhdi dikenal sebagai tokoh alim di Banyumas yang zuhud dan tidak menyukai glamor dunia. Sebagai murid dari KH Hasyim Asy’ari, beliau pernah memberi penjelasan (syarah) terhadap kitab Waraqât, salah satu kitab primer dalam disiplin ilmu Ushul Fiqih. Kini, ratusan murid beliau telah tersebar dan berkiprah di berbagai daerah di selatan Jawa Tengah.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







