PURWOKERTO – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) GMNI Purwokerto tahun 2026, mantan Ketua DPK GMNI Humaniora Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2021–2024, Dimas Ilham Mubarok, menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam proses regenerasi organisasi.
Menurut Dimas, Konfercab yang akan digelar dalam waktu dekat bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan dan memperkuat nilai-nilai perjuangan GMNI sebagai organisasi kader ideologis.
“Regenerasi ke depan harus mapan secara ideologis, mapan secara politis, dan mapan secara komunikatif,” ujar Dimas di Purwokerto, Sabtu (18/4).
Ia menjelaskan, kemapanan ideologis berarti kader memiliki keteguhan dalam memahami dan mengamalkan ajaran GMNI secara konsisten. Kemapanan politis diartikan sebagai kemampuan organisasi mengarahkan tujuan perjuangan demi kemajuan bersama. Sementara kemapanan komunikatif menjadi kunci agar GMNI tetap adaptif dan relevan menghadapi dinamika zaman.
Lebih lanjut, Dimas menyebut bahwa tiga pilar tersebut selaras dengan gagasan “Satya Tama” yang diusung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI di bawah kepemimpinan Bung Risyad dan Bung Patra, yang menekankan integritas, keteguhan, serta arah gerak organisasi yang jelas.
Di tengah tantangan gerakan mahasiswa yang kian kompleks, Dimas mengajak seluruh komisariat menjadikan Konfercab sebagai ruang dialektika yang sehat. Ia mengingatkan pentingnya objektivitas dan fokus pada kebutuhan riil kader di tingkat komisariat.
“Konfercab harus menjadi jembatan, bukan sekat. Kepentingan komisariat perlu diakomodasi, atau setidaknya tidak terjadi miskomunikasi antara DPC dan DPK,” tegasnya.
Konfercab GMNI Purwokerto 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum estafet kepemimpinan, tetapi juga lentera yang menuntun organisasi tumbuh sebagai kekuatan intelektual dan moral bagi masyarakat. (Angga Saputra)








