PURWOKERTO – Calon Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (Ikasmansa), Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama apabila terpilih.
Program yang diusung profesor termuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini menitikberatkan pada penguatan organisasi, digitalisasi data alumni, hingga pendanaan berkelanjutan.
Pemilihan ketua umum Ikasmansa periode 2026–2030 akan berlangsung dalam agenda Rembug Ageng pada 16 Mei 2026 mendatang.
Lima Fokus Utama
Dalam paparannya, Norman menyampaikan lima fokus utama yang menjadi prioritas kerja:
1. Pemetaan kebutuhan siswa – Program ini diarahkan untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan siswa melalui bantuan pendidikan dan bantuan mendesak lainnya.
2. Digitalisasi organisasi – Peluncuran portal pendataan alumni berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan angkatan untuk memperkuat basis data alumni secara terintegrasi.
3. Pembangunan sarana dan prasarana – Pembuatan joglo dan sekretariat Ikasmansa sebagai pusat kegiatan alumni yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan alumni.
4. Penggalangan dana abadi – Pendanaan berkelanjutan melalui pembinaan usaha Ikasmansa untuk mendukung keberlangsungan kegiatan alumni.
5. Pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) – Menjangkau alumni yang berdomisili di berbagai wilayah di Indonesia agar komunikasi dan koordinasi antaralumni semakin erat.
Satu Figur Paling Menonjol
Dari 11 nama yang mendaftar sebagai calon ketua Ikasmansa, Norman dinilai sebagai figur paling menonjol dan dikenal luas publik. Ia merupakan alumni SMANSA Purwokerto angkatan 1991.
Para kandidat berasal dari alumni tahun 1990 hingga 2007. Panitia menilai tingginya antusiasme ini sebagai bentuk semangat berkontribusi terhadap kemajuan organisasi.
Profil Profesor Muda
Meski disibukkan dengan dunia akademik, Norman dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul. Rekan-rekannya di kampus dan lingkungan sosial di Banyumas akrab memanggilnya Argo. Ia dinilai memiliki pribadi yang low profile atau membumi.
Saat ini, Norman menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed. Posisi itu menjadikannya wakil rektor termuda dalam sejarah universitas tersebut.

Guru Besar Termuda Unsoed
Unsoed mencetak sejarah dengan mengukuhkan Norman sebagai salah satu dari 30 guru besar pada 18 Februari 2025. Ia menjadi profesor termuda dalam sejarah Unsoed.
Pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam bidang Bioteknologi Reproduksi Ikan menjadi puncak karier akademik yang diraih dalam waktu kurang dari 10 tahun, sejak pertama kali menjadi dosen CPNS pada 2009.
Riwayat Pendidikan dan Beasiswa dari BJ Habibie
Norman menyelesaikan:
· S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Unsoed (2004)
· S2 Biologi di Unsoed (2008, cum laude)
· S3 Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada (2012, cum laude)
Selama studi doktoral, ia mendapat kesempatan riset sandwich di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Ia juga terpilih oleh Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, sebagai salah satu dari lima penerima beasiswa bidang bioteknologi dan kedokteran untuk program doktor di UGM.
Pada Januari 2025, di sela kesibukannya sebagai wakil rektor, Norman meraih gelar Insinyur dari Program Studi Insinyur Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM.
Janji kepada Ayahanda
Keberhasilan Norman mencapai puncak akademik sebagai guru besar di usia muda tidak lepas dari janjinya kepada almarhum ayahanda, H. Sukandar. Ia bertekad memenuhi impian sang ayah untuk melihatnya menjadi profesor di usia muda.
Riset untuk Ketahanan Pangan
Sebagai guru besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ikan, Norman meneliti peran Kisspeptin dalam regulasi sistem hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG) pada ikan air tawar.
Hasil risetnya menunjukkan bahwa Kisspeptin mampu merangsang pelepasan hormon gonadotropin secara alami. Temuan ini mendukung pemijahan dengan mekanisme yang lebih selaras dengan fisiologi ikan dibanding hormon sintetis lainnya.
Kisspeptin berpotensi menjadi formula alternatif pengganti Ovaprim sebagai obat pendukung pemijahan yang lebih ramah lingkungan.
Analisis BLAST menunjukkan bahwa gen Kisspeptin ikan nilem memiliki kemiripan tinggi dengan Cyprinus carpio (93 persen). Penemuan ini diharapkan meningkatkan produktivitas budidaya ikan air tawar serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Penghargaan
Sepanjang kariernya, Norman menerima berbagai penghargaan:
· 2018 – Dosen Berprestasi Tingkat Fakultas dan Universitas dalam bidang Sosial Humaniora
· 2021 – Satyalancana Karya Satya X Tahun atas pengabdiannya sebagai akademisi
Selain itu, akademisi yang akrab dengan berbagai kalangan ini juga pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dan 50 Tokoh Banyumas 2025.
Penulis : Angga Saputra






