BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggencarkan perang terhadap tiga ancaman besar di lingkungan pemasyarakatan: Handphone ilegal, Narkoba, dan Penipuan (HALINAR). Dua langkah konkret sekaligus dilakukan pada Jumat (8/5/2026), yakni ikrar bersama aparat penegak hukum serta tes urine mendadak bagi petugas dan warga binaan.
Hasilnya? Seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.
Ikrar Zero HALINAR, Libatkan TNI-Polri
Bertempat di halaman Rutan, apel pagi yang digelar tidak hanya diikuti oleh pegawai dan CPNS, tetapi juga menghadirkan personel Koramil 07 Banyumas, Polsek Banyumas, dan BNNK Banyumas. Langkah ini menjadi simbol nyata sinergi antarinstansi dalam memberantas gangguan keamanan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pembacaan ikrar bukan sekadar seremoni.
“Ikrar ini adalah pengingat sekaligus penegasan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran dan penyimpangan di dalam Rutan. Seluruh petugas wajib menjaga integritas dan melaksanakan pengawasan secara optimal,” ujar Anggi tegas.
Selain ikrar, Rutan Banyumas telah menyiapkan langkah konkret:
· Peningkatan frekuensi kontrol keamanan rutin.
· Pengawasan ketat terhadap kinerja dan profesionalisme pegawai.
· Penguatan kerja sama dengan TNI/Polri untuk pemberantasan barang terlarang.
Tes Urine Acak, Negatif Semua!
Pada hari yang sama, Rutan Banyumas bersama BNNK Banyumas menggelar tes urine dadakan. Sejumlah petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan.
Hasilnya mengejutkan sekaligus melegakan: seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika dan zat terlarang lainnya.
Kepala Rutan Anggi Febiakto kembali menegaskan komitmennya.
“Rutan Banyumas berkomitmen penuh untuk zero narkoba. Tes urine ini menjadi salah satu bentuk pengawasan dan deteksi dini yang kami lakukan secara konsisten. Tidak ada ruang bagi narkoba. Tidak ada kata lain untuk narkoba selain perang dan pemberantasan,” tegas Anggi.
Perwakilan BNNK Banyumas, Santosa, memberikan apresiasi tinggi. “Kami mengapresiasi komitmen Rutan Banyumas. Hasil negatif ini menunjukkan adanya keseriusan seluruh jajaran dalam menjaga lingkungan rutan tetap bersih dari narkoba. Sinergi seperti ini sangat penting untuk terus dijaga,” ujar Santosa.
Warga Binaan Mendukung Penuh
Salah satu warga binaan berinisial A (25) mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, lingkungan bersih dari narkoba membuat WBP lebih nyaman dan fokus mengikuti program pembinaan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin. Dengan kondisi yang bersih dan tertib, kami bisa lebih fokus memperbaiki diri agar kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Dengan semangat “Zero HALINAR”, Rutan Banyumas optimistis dapat mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, aman, dan akuntabel, sekaligus menjaga marwah institusi sebagai garda terdepan pembinaan warga binaan.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra






