INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Hadapi Disrupsi LSM, Yayasan LPPSLH Padukan Sayap Bisnis dan Gerakan Sosial

Hadapi Disrupsi LSM, Yayasan LPPSLH Padukan Sayap Bisnis dan Gerakan Sosial

Dr. Barid Hardiyanto, Ketua Badan Pengurus sekaligus Direktur Eksekutif LSM LPPSLH. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa struktur yang mapan dan keuangan yang mandiri bukanlah tujuan akhir, melainkan alat perjuangan untuk menjaga demokrasi dan mengawal konstitusi. (Dok. LPPSLH)

Rabu, 27 Mei 2026

BANYUMAS – Yayasan LPPSLH (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup) resmi mengumumkan struktur organisasi terpadu sebagai respons terhadap tantangan disrupsi yang tengah melanda lembaga swadaya masyarakat (LSM) di era digital. Transformasi ini memadukan sayap bisnis (amal usaha) dan sayap gerakan sosial dalam satu sinergi kelembagaan.

Ketua Badan Pengurus Yayasan LPPSLH, Dr. Barid Hardiyanto, menyebut langkah ini sebagai inovasi strategis untuk memastikan keberlanjutan institusi dalam jangka panjang.

“Disrupsi LSM adalah sebuah keniscayaan, dan mereka yang enggan beradaptasi akan ditinggalkan oleh sejarah. Formasi kepengurusan baru ini memastikan LPPSLH tetap relevan, modern, dan mandiri secara ekonomi,” ujar Barid dalam keterangan tertulis yang diterima indiebanyumas.com, Rabu (27/5/2026).

Namun ia menegaskan, ruh lembaga tidak akan berubah. “Sayap bisnis kami bekerja keras menghasilkan sumber daya, agar sayap gerakan kami dapat terus berdiri tegak menjaga demokrasi, membela hak-hak warga negara yang terpinggirkan, dan memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa,” jelasnya.

Arsitektur Kepemimpinan Baru

Transformasi ini tidak lahir tanpa arah. Barid menyebut arahan strategis dikawal langsung oleh Ketua Dewan Pembina, Prof. Purnama Sukardi, Ph.D., dan anggota Dewan Pembina, Drs. Arif Wahidin, M.Si., bersama jajaran dewan pengawas.

Dalam struktur baru, Barid menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus sekaligus ex officio Direktur Eksekutif LSM LPPSLH. Ia didukung oleh Deddy Purwinto, SE, MH sebagai Sekretaris sekaligus Direktur Operasional, serta Okti Murniatun, S.Kom sebagai Bendahara sekaligus Direktur Keuangan.

Struktur Organisasi Terpadu Yayasan LPPSLH: Mengawinkan kemandirian ekonomi dan gerakan sosial. (Dok. LPPLSH)

Tiga manajer utama juga disiapkan untuk menggerakkan operasional LSM, yaitu Muhajir Fajar Akhmad, SH (Manajer Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan Sosial), Deddy Purwinto (Manajer Manajemen Aset dan Mobilisasi Sumber Daya), serta Krisdianto, SE (Manajer Riset, Teknologi dan Pengembangan Institusi).

Lima Sektor Bisnis untuk Kemandirian

Sayap bisnis Yayasan LPPSLH dikonsentrasikan pada lima sektor utama:

1. Bisnis ramah lingkungan – pengelolaan komoditas berkelanjutan

2. Kajian dan riset strategis – jasa konsultasi dan analisis data.

3. Media dan jasa kreatif – produksi konten, publikasi, manajemen acara.

4. Pengembangan produk akar rumput – komersialisasi produk dampingan bersertifikasi halal, PIRT, dan organik.

5. Keuangan mikro syariah – pembiayaan UMKM dan inklusi keuangan desa.

Laba dari kelima sektor ini akan disalurkan untuk mensubsidi silang program-program sosial yang dijalankan sayap LSM.

Komitmen Demokrasi dan Hak Warga Negara

Di tengah transformasi struktural dan digital, Yayasan LPPSLH menegaskan kembali khittah perjuangannya. Lembaga ini berkomitmen mendukung gerakan sosial untuk menjaga pilar-pilar demokrasi serta mengupayakan pemenuhan hak-hak dasar warga negara sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

LPPSLH juga memposisikan diri sebagai mitra strategis masyarakat akar rumput, mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia, serta mencari solusi nyata bagi kelompok rentan dan terpinggirkan.

Melalui arsitektur kelembagaan baru ini, LPPSLH optimistis menjadi pelopor wajah baru pergerakan masyarakat sipil di Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berdampak luas.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jumat 29 Mei Bukan Libur, Pemerintah Tetapkan Status Hari Kejepit Usai Iduladha

Selanjutnya

Satresnarkoba Polresta Banyumas Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Rawalo, 856 Butir Disita

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kapolresta Banyumas: Kriminalitas Meningkat, Patroli Malam dan Satkamling Diperkuat

Satresnarkoba Polresta Banyumas Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Rawalo, 856 Butir Disita

Rabu, 27 Mei 2026

Hadapi Disrupsi LSM, Yayasan LPPSLH Padukan Sayap Bisnis dan Gerakan Sosial

Hadapi Disrupsi LSM, Yayasan LPPSLH Padukan Sayap Bisnis dan Gerakan Sosial

Rabu, 27 Mei 2026

Jumat 29 Mei Bukan Libur, Pemerintah Tetapkan Status Hari Kejepit Usai Iduladha

Jumat 29 Mei Bukan Libur, Pemerintah Tetapkan Status Hari Kejepit Usai Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026

Selanjutnya
Kapolresta Banyumas: Kriminalitas Meningkat, Patroli Malam dan Satkamling Diperkuat

Satresnarkoba Polresta Banyumas Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Rawalo, 856 Butir Disita

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com