BANYUMAS — Pertandingan final sepak bola antar-RW di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, berakhir ricuh pada Sabtu (15/8) sore. Seorang wasit bahkan terpaksa memanjat pagar lapangan untuk menyelamatkan diri dari kejaran penonton yang memprotes keputusannya.
Insiden tersebut terjadi di Lapangan Triloka Petir sekitar pukul 17.30 WIB, saat laga antara RW 1 dan RW 2 memasuki babak kedua. Saat itu, skor sementara menunjukkan keunggulan RW 2 dengan angka 2-1.
Kericuhan dipicu oleh dugaan pelanggaran handball yang dilakukan pemain RW 2 di dalam kotak penalti. Namun, wasit yang memimpin pertandingan memilih untuk tidak meniup peluit. Keputusan itu sontak memicu kemarahan penonton yang menilai wasit tidak adil.
“Awal kericuhannya karena pemain RW 2 diduga melakukan handball, tapi wasit tidak meniup peluit,” ujar Dimas, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Tak lama berselang, sejumlah suporter yang kesal langsung mengejar wasit hingga ke pinggir lapangan. Wasit berinisial NK, warga Karangklesem, Purwokerto Selatan, yang memimpin laga, akhirnya menyelamatkan diri dengan memanjat pagar pembatas lapangan.
“Setelah kejadian tersebut, pertandingan akhirnya dihentikan dan semua wasit selamat,” tambah Dimas.
Kapolsek Cilongok yang diwakili Bhabinkamtibmas Desa Cilongok, Aiptu Budi, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa situasi telah kembali kondusif dan tidak ada korban luka dalam insiden ini.
“Semua berakhir selamat dan aman, tidak ada yang luka,” ujar Aiptu Budi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pergantian wasit antara babak semifinal dan final menjadi salah satu pemicu utama. Wasit yang bertugas di partai final dinilai belum memahami sepenuhnya situasi pertandingan serta karakter permainan kedua tim.
“Pas semifinal dan final beda wasit. Jadi, pas final mungkin wasitnya juga kurang tahu kondisi setempat,” pungkasnya.
Pertandingan yang sedianya menjadi ajang silaturahmi antarwarga tersebut pun harus berakhir tanpa pemenang. Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan laga final tersebut.
Pewarta: Yoga Cokro






