Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tim mahasiswa Program Studi Farmasi berhasil meraih Young Scientist Award dalam ajang Bio-Innovative Challenge 2026 yang diselenggarakan di INTI International University, Malaysia, pada 7 April 2026.
Inovasi STRIPPO: From Waste for Waste
Tim yang terdiri dari Oktaviany Salsabillah (ketua tim), Najwa Haya Asy Syahla, Muhammad Naufal Zaidaan, dan Syifa Permata Buana sukses memukau dewan juri melalui prototype bertajuk STRIPPO. Inovasi ini berupa strip sederhana untuk mendeteksi keberadaan fenol pada limbah jus buah dengan memanfaatkan enzim PPO yang diekstrak dari kulit pisang. Konsep yang diusung adalah “From Waste for Waste”, yakni pemanfaatan limbah untuk mengatasi limbah lainnya.
Perjalanan Tim
Ketua tim, Oktaviany Salsabillah, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim melalui proses panjang.
“Saya merasa sangat senang dan bersyukur karena hasil kerja keras kami akhirnya terbayarkan dengan pencapaian ini,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Oktaviany menuturkan bahwa kompetisi ini berskala besar dengan tingkat persaingan tinggi. Tim harus melalui perjalanan panjang mencari ide inovatif, mengembangkan prototype dari bahan sederhana, serta menyusun presentasi dan laporan. Banyak waktu istirahat yang dikorbankan demi hasil maksimal.
Peran Dosen Pembimbing
Ia juga menekankan pentingnya peran dosen pembimbing dalam keberhasilan tim.
“Dosen pembimbing sangat berperan dalam mengarahkan kami ke ide yang lebih tepat. Pada awalnya kami sempat keluar dari konteks tema lomba, namun berkat arahan dosen pembimbing, kami bisa kembali fokus dan mengembangkan proyek sesuai jalur yang benar,” jelasnya.
Apresiasi Fakultas
Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami bangga terhadap pencapaian tingkat internasional dari mahasiswa Fakultas Farmasi UMP ini. Buah kerja keras dan ide kreatif mahasiswa dalam berinovasi yang memberikan dampak penyelesaian masalah lingkungan dan kesehatan sekaligus,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran dosen pembimbing yang kompeten di bidangnya.
“Di bawah bimbingan dosen dengan kepakaran kimia analisis, apt. Suparman, Ph.D., menunjukkan bahwa segenap civitas akademika Fakultas Farmasi UMP berkomitmen untuk bersama menorehkan prestasi di tingkat internasional,” pungkasnya. (Angga Saputra)








