PURWOKERTO – Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Banyumas dan Cilacap, H. Yanuar Arif Wibowo SH, M.Ip, menggelar kegiatan reses beda dari biasanya. Bertema Ngobrol Bareng Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Banyumas, acara di Purwokerto, Sabtu (9/5/2026) ini tidak hanya dihadiri warga dan tokoh, tetapi juga seluruh unsur legislatif PKS di tingkat daerah.
Dalam agenda tersebut, enam anggota DPRD Banyumas dari PKS yang mewakili setiap daerah pemilihan (dapil) hadir secara lengkap. Mereka adalah:
· Atik Lutfiyah (Dapil 1)
· Eko Pramono (Dapil 2)
· Dedi Supriyanto (Dapil 3)
· Sutrisno (Dapil 4)
· Joko Pramono (Dapil 5)
· Slamet Sukoco (Dapil 6)
Undangan tokoh masyarakat pun cukup beragam, mulai dari kalangan seniman, pelaku UMKM, hingga para advokat. Mereka tidak terbatas pada kader atau pengurus PKS.

Hasil Reses: Infrastruktur hingga Ekonomi Mewarnai Aspirasi
Usai menerima banyak masukan, Yanuar Arif Wibowo (YAW) menyampaikan bahwa reses ini difokuskan pada penyerapan aspirasi murni.
“Reses ini yang menonjol adalah keluhan-keluhan masyarakat dari aspirasi yang muncul. Hari ini kita mengundang tokoh-tokoh, karena kita ingin pejabat publik PKS banyak mendengar apa yang diinginkan dan diperlukan masyarakat, untuk kemudian bisa ditindaklanjuti,” ujar YAW.
Secara umum, diskusi berjalan dinamis. Beragam isu disampaikan oleh para tokoh, mulai dari infrastruktur, pembangunan seni dan budaya, ekonomi, hingga UMKM.
Konektivitas dari Pusat hingga Daerah
YAW menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema PKS Pendengar dengan melibatkan seluruh DPRD Kabupaten. Tujuannya agar solusi yang diberikan sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkat, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Keenam anggota DPRD dari enam dapil hadir semua, sehingga aspirasi yang masuk langsung bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Jadi inilah konektivitas yang ada di PKS. Saya di DPR RI tidak hanya bicara soal pusat, tapi kita saling bersinergi dengan kabupaten dan provinsi. Ketika masalah ada di kabupaten, walaupun disampaikan ke saya, akan kita delivery ke kabupaten. Begitu juga sebaliknya,” tegas YAW.
Ia mencontohkan, jika ada aspirasi infrastruktur yang tidak bisa dijangkau APBD, maka tugasnya sebagai anggota DPR RI adalah mencari pembiayaan dari APBN.

Bangun Normalisasi Baru: Akses Masyarakat ke DPR RI
Lebih jauh, YAW menyoroti persoalan klasik sulitnya akses masyarakat terhadap wakil rakyat di pusat.
“Seringkali kita dengar anggota DPR RI itu susah diakses, bahkan tidak pernah ketemu masyarakat. Nah, saya ingin menghadirkan sesuatu yang baru bersama PKS, apalagi bersama seluruh pejabat publik di semua level, dari pusat, kabupaten, dan provinsi,” ungkapnya.
Menurutnya, reses ini menyangkut normalisasi kehadiran anggota DPR RI periode 2026-2029 di mata masyarakat. Dengan sistem yang ia sebut sebagai “channeling”, setiap isu masyarakat memiliki jalur penyelesaian yang jelas.
“Kalau problemnya di kabupaten, teman-teman kabupaten yang selesaikan. Kalau masalahnya di provinsi, ya provinsi, kalau di pusat ya pusat. Ini mungkin sulit ditemukan di partai lain. Di partai lain, reses DPR RI biasanya sendiri, aspirasi per dapil sendiri-sendiri. Nah, inilah uniknya PKS. Bisa bareng gitu,” tegas YAW.
Apresiasi Ketua DPD PKS Banyumas: Butuh Kolaborasi Strategis
Ketua DPD PKS Banyumas, Sigit Yulianto, memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya secara pribadi dan atas nama pengurus DPD PKS Banyumas menyampaikan terima kasih kepada Bapak Haji Yanuar yang telah memfasilitasi agenda ini untuk berdialog dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Sigit.
Sigit berharap PKS bisa berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat Banyumas.
“Kami sadar, sendirian PKS tidak bisa menghadirkan banyak perubahan. Kami butuh banyak terkoneksi dan berkolaborasi. Bahkan tidak hanya pada titik-titik taktis di masyarakat, tapi juga kolaborasi strategis untuk Banyumas yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Penulis : Angga Saputra






