Siapa sangka, usaha yang dimulai dengan modal hanya Rp50.000 dari sang mbah, kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp10 juta per bulan. Galuh Indriyanti, mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2022, membuktikan bahwa berkuliah sambil berbisnis bukanlah beban, melainkan penyegar pikiran.
Gadis asal Cilongok ini adalah pemilik Ganeen Gift, usaha buket bunga yang dirintisnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada akhir tahun 2019.
Berawal dari Ide Usaha yang Berbeda
Saat itu, Galuh bersama dua teman sekolahnya ingin mandiri secara finansial dan membantu ekonomi keluarga. Mereka melihat banyak teman-teman yang menjual makanan, sehingga memutuskan mencari peluang yang berbeda.
“Waktu itu buket di Purwojati dan Cilongok masih jarang. Kalau di Purwokerto mungkin ada, tapi mahal. Orang-orang masih awam, mereka bilang ‘buat apa dibuketin?’,” kenang Galuh.
Justru dari keawaman masyarakat itulah ia melihat peluang emas.

Bertahan Seorang Diri Saat Pandemi
Usaha ini sempat terjeda akibat pandemi Covid-19. Kedua temannya mengundurkan diri, namun Galuh tetap bertahan. Di tahun 2020, ia mulai membranding nama “Ganeen Gift” dan melanjutkan usaha seorang diri.
Tak hanya teman, cibiran dari sekitar pun sempat menghampiri.
“Awal-awal nggak gampang. Banyak yang bilang, ‘Emang bisa rame? Ini bukan kebutuhan pokok, nggak bakal bertahan lama’,” ujarnya.
Namun Galuh tetap optimis. Ia memprediksi tren buket akan berubah di masa depan. Kini prediksinya terbukti. Buket bunga telah menjadi bagian dari berbagai momen penting, mulai dari kelulusan hingga acara sehari-hari.
Belajar dari YouTube, Berani Ambil Risiko
Dengan bekal tutorial dari YouTube, uang Rp50.000 dari mbahnya, dan keberanian untuk memulai, Galuh belajar membuat buket secara otodidak. Ia bahkan berani mengambil pesanan yang belum pernah ia buat sebelumnya.
“Ada customer yang minta buket kawat bulu. Padahal aku belum pernah bikin sama sekali. Tapi aku iyain, kasih harga murah sambil belajar,” ceritanya.
Konsep “PALUGADA”: Apa yang Lu Mau Gue Ada
Seiring meningkatnya persaingan, Ganeen Gift kini mengusung konsep “PALUGADA” — Apa yang Lu Mau Gue Ada. Customer bebas request harga, isian, warna, hingga kado unik.
Mulai dari buket nasi padang, sepatu, sayuran, buah mangga, emas antam, hingga buket berbungkus daun pisang, semuanya bisa dibuatkan. Ada pula explosion box, hampers, hingga mini gift.
Strategi Jitu Saati Sepi Order
Selama enam tahun menjalankan usaha, strategi paling ampuh Galuh adalah memasuki komunitas secara langsung. Ia aktif di himpunan mahasiswa, kepanitiaan, dan event untuk membangun relasi.
Dari situ, promosi dari mulut ke mulut pun berjalan. Diskon dan info produk menyebar dari satu teman ke teman lainnya.
Ia juga memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Foto yang diunggah berasal dari pesanan customer yang sudah jadi dan terjual — sekaligus menjadi trik menghindari kerugian membuat produk hanya untuk konten.
Saat sepi order, Galuh mengadakan promo bulanan, membuka reseller, bahkan membuka jasa percetakan seperti cetak foto dan undangan untuk tetap menghasilkan cuan.
Pesan untuk Mahasiswa yang Ingin Berbisnis
Galuh menegaskan bahwa kunci konsistensinya adalah menjalankan sesuatu yang ia sukai. Ia menyukai keindahan bunga, sehingga berbisnis buket tidak pernah terasa sebagai beban.
“Jangan takut mencoba. Apapun itu, barangkali dari hobi atau kesenangan kita bisa menghasilkan uang. Coba aja dulu. Kalau misalkan nunggu berani, kapan? Masalah sempurna, urusan belakangan. Sempurnakan sambil jalan,” pesannya.
Penulis: Bilqis Aulia Rizqina
Editor : Angga Saputra






