BANYUMAS – Komunitas PESTOL (Pemuda Stok Lama) akan genap berusia satu tahun pada 22 Juli 2026. Meski terbilang muda, komunitas yang mewadahi persaudaraan lintas profesi, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan pengusaha di Banyumas Raya ini menuai apresiasi dari berbagai tokoh.
Nama “Pemuda Stok Lama” bukan dimaknai sebagai kelompok berdasarkan usia, melainkan simbol semangat yang tetap menyala meski tidak lagi muda. Demikian disampaikan Pendiri sekaligus Ketua PESTOL, Agung Buwono.
“PESTOL lahir dari kerinduan untuk kembali menjalin kebersamaan. Kami ingin membangun ruang silaturahmi yang terbuka bagi siapa saja, tanpa melihat profesi, organisasi, maupun latar belakang,” ujar Agung Buwono, Senin (20/7/2026).
Ketua DPRD Banyumas: PESTOL Contoh Positif
Apresiasi pertama datang dari Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Priyanggodo yang akrab disapa Nova. Menurutnya, keberadaan PESTOL menjadi contoh nyata dalam mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Banyumas.
“Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kehadiran komunitas seperti PESTOL sangat positif. Organisasi ini mampu menghadirkan ruang silaturahmi yang menyatukan berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang,” ujar Nova.
Ia berharap PESTOL terus menjaga semangat kebersamaan, turut berkontribusi dalam kegiatan sosial, serta menjadi mitra yang baik dalam membangun Banyumas yang guyub dan harmonis.
Tokoh Ormas: PESTOL Beda dari yang Lain
Dukungan juga mengalir dari tokoh organisasi kemasyarakatan. Ketua GRIB Jaya Banyumas, Arief Gunawanto atau akrab disapa Anto Begog, menilai PESTOL berhasil menjaga nilai persaudaraan yang tulus.
“Di PESTOL kami semua setara. Yang dibangun adalah silaturahmi, bukan kepentingan sesaat. Itu yang membuat komunitas ini berbeda,” tegasnya.
Senada, Tonny Syarifuddin Hidayat, Ketua LSM Harimau, menyatakan PESTOL telah menjadi ruang kebersamaan yang konstruktif bagi para tokoh dari berbagai latar belakang.
“PESTOL membuktikan bahwa perbedaan organisasi dan profesi bukanlah penghalang untuk bersatu. Ini contoh nyata bahwa kita bisa duduk bersama dalam bingkai persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas, Yudhi F. Sudiro, SH, MH, menyebut PESTOL membawa energi positif bagi masyarakat.
“Semangat muda tidak dibatasi usia. Saya melihat PESTOL mampu menjadi wadah yang produktif dan memberi manfaat bagi lingkungan. Kami mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan komunitas ini,” tuturnya.
Kalangan Pengusaha: PESTOL adalah Keluarga
Tak hanya tokoh ormas, dukungan juga datang dari kalangan pengusaha. Saring Anggoro, Owner Provit Farm Village sekaligus Komisaris perusahaan di bidang industri rokok, mengaku bangga menjadi bagian dari PESTOL.
“Bagi saya PESTOL adalah keluarga. Di sini bukan hanya membangun relasi bisnis, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Itu nilai yang sangat berharga,” ungkapnya.
Pengusaha Rachmat Kuwatno menilai PESTOL mampu menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas.
“Kegiatan sosial yang dilakukan PESTOL menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Kami tentu mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Elko, salah satu anggota PESTOL, mengaku merasakan eratnya ikatan kekeluargaan di dalam komunitas tersebut.
“Bergabung di PESTOL membuat saya memiliki keluarga baru. Kami saling mendukung dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka,” ujarnya dengan penuh haru.
Puncak HUT ke-1: Silaturahmi dan Kontribusi Sosial
Ketua Panitia Harlah Pertama Komunitas PESTOL, Anton BJG, mengatakan peringatan satu tahun berdirinya komunitas ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat saling peduli antaranggota.
Menurutnya, HUT pertama PESTOL mengusung tema “Indahnya Berbagi Indahnya Silaturahmi” sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan komunitas selama satu tahun terakhir.
“Kami merayakan kebersamaan selama setahun komunitas ini eksis dengan mengangkat tema Berbahagia Pemuda Stok Lama. Kami menyadari tidak semua anggota berada dalam kondisi finansial yang baik. Karena itu, kami berharap PESTOL dapat menjadi wadah untuk saling memberi dan menerima,” ujar Anton.
Ia menegaskan, PESTOL tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga keluarga besar yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama anggota. Menurutnya, semangat berbagi sebaiknya dimulai dari lingkungan internal komunitas sebelum diperluas kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh sahabat dan saudara di PESTOL Banyumas Raya. Kita tetap satu keluarga yang terus menjalin silaturahmi. Sebelum berbagi kepada masyarakat luas, mari kita utamakan membantu keluarga besar PESTOL yang sedang mengalami kesulitan. Jika ada anggota yang benar-benar membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi yang sulit atau memiliki kebutuhan yang mendesak, jangan ragu untuk menyampaikannya agar dapat kita bantu bersama,” tuturnya.
Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama PESTOL dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 dengan mengusung tema “Indahnya Berbagi, Indahnya Silaturahmi”. Agenda Ultah PESTOL akan digelar di Level Up Cafe & Resto mulai pukul 13.00-19.00 WIB pada Rabu (22/7/2026).
Melalui momentum tersebut, komunitas berharap dapat semakin mempererat tali persaudaraan antaranggota sekaligus meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat Banyumas Raya melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan aksi sosial.
Penulis : Angga Saputra








