Hamparan tanaman melon memenuhi greenhouse milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Lestari di Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Siapa sangka, kawasan perbukitan yang selama ini identik dengan pertanian konvensional kini mampu menghasilkan buah melon berkualitas premium.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Direktur BUMDes Artha Lestari, Guno Purtopo. Di bawah kepemimpinannya, BUMDes yang berdiri sejak 2014 terus mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari pengolahan tepung tapioka, pengelolaan air minum desa (PAMDes), budidaya pisang mas kirana, hingga budidaya melon dengan sistem hidroponik di dalam greenhouse.
Perawatan Intensif, Hasil Optimal
Untuk menghasilkan buah berkualitas, setiap tanaman melon menjalani perawatan intensif. Mulai dari proses polinasi, penyemprotan hama, pelilitan tanaman, pruning daun dan cabang, hingga seleksi buah.
Ketiga varietas yang dibudidayakan adalah Dalmatian, Melon Madu, dan Rock Melon. Ketiganya memiliki cita rasa manis dengan kandungan air tinggi yang menyegarkan saat dikonsumsi.
Menurut Pengelola BUMDes Artha Lestari, Hariwoto, program ini berawal dari upaya mengajak para petani beralih dari sistem tanam konvensional menuju budidaya modern menggunakan metode hidroponik di dalam greenhouse.
“Awalnya BUMDes Artha Lestari mengajak petani yang sebelumnya bertani secara konvensional untuk mencoba budidaya melon dengan sistem hidroponik di greenhouse. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, buahnya lebih besar dan kualitasnya juga lebih baik,” ujar Hariwoto.
Meski berada di kawasan perbukitan, kondisi iklim di Gumelar justru dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman melon. Dari sekitar 880 pohon yang dibudidayakan, setiap pohon mampu menghasilkan buah dengan berat rata-rata dua kilogram.
“Ini menjadi bukti bahwa lahan perbukitan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra hortikultura bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

Panen Raya Diserbu Warga
Panen raya melon ini langsung menarik perhatian masyarakat, baik lokal maupun dari luar desa. Banyak warga sengaja datang untuk membeli buah langsung dari kebun sekaligus menikmati suasana greenhouse yang asri.
Selain lebih segar, harga yang ditawarkan pun lebih terjangkau dibandingkan di pasaran, yakni sekitar Rp25.000 per kilogram.
Salah satu pengunjung, Siti, mengaku rutin datang ke lokasi untuk berwisata sambil berbelanja.
“Rasanya manis, mantap sekali. Kami memang rutin jalan-jalan setiap minggu, lalu melihat kebun melon ini dan kebetulan sedang mulai panen, jadi kami mampir. Harganya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp25.000 per kilogram. Dibandingkan di pasar, di sini lebih murah. Buahnya juga segar, manis, dan cocok sekali untuk dinikmati bersama keluarga,” tuturnya dengan antusias.
Inspirasi bagi Desa Lain
Keberhasilan BUMDes Artha Lestari membudidayakan melon di kawasan perbukitan diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam sektor pertanian.
Melalui penerapan teknologi budidaya modern, petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghadirkan produk hortikultura berkualitas dengan nilai jual lebih tinggi. Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis : Angga Saputra








