INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026

Catatan Redaksi Piala Dunia 2026

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026

Kang Mul
(Penulis, Pengamat Dunia Sepakbola)

Tak ada yang menyangka dan menduga Timnas Turki tampil sangat buruk dalam dua pertandingan yang sudah dilakoni dengan menelan kekalahan beruntun.

Turki yang absen di lima Piala Dunia dan terakhir kali tampil di tahun 2002 dengan menempati posisi juara ketiga menjadikan Piala Dunia 2026 menjadi kebangkitan Turki di panggung sepakbola Internasional.

Pasukan arahan pelatih asal Italia Vincenzo Montella secara materi pemain tak seharusnya angkat koper dari perhelatan akbar sepakbola sejagad, Piala Dunia 2026.

Turki diunggulan banyak pengamat menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026.Sangat layak menjadi timnas unggulan mengingat Turki dihuni pemain pemain berpengengalaman dan merumput di berbagai klub elit Liga di Eropa .

Bergabung di Group D Piala Dunia 2026 bersama Australia,Paraguy dan tuan rumah Amerika Serikat sangat layak Tiurki menjadi timnas yang diunggulkan lolos ke 32 besar .
Tetapi apa daya dua kekalahan harus diterima .

Kekalahan pertama Turki atas Australia sangat menyakitkan dari negara secara ranking FIFA dan kualitas pemain berada satu tingkat dibawahnya .

Kedua dikalahkan Paraguay dengan angka 0-1 dengan jumlah 10 pemain karena salah satu pemainnya menerima kartu merah. Tetap aja Arda Guler dan kawan-kawan tak mampu mencetak gol untuk menyamakan kedudukan atau memenangkan pertandingan.

Turki kebobolan sangat cepat pada detik ke-64 yang dicetak Matias Galarza. Gol tersebut tercatat menjadi gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Armada anak asuh pelatih Vincenzo Montella juga diuntungkan dengan kartu merah yang diberikan kepada Miguel Almiron yang membuat pemain Paraguy itu diusir dari lapangan pertandingan.

Bermain melawan 10 pemain ,tetap saja Arda Guler dkk tak mampu membobol gawang Paraguay gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara maksimal.

Secara statistik Turki mendominasi permainan dengan melepaskan tembakan tembakan sebanyak 32 kali, namun sayang tak ada sebiji golpun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Turki mengalami masalah pada barisan penyerang dalam penyelesaian akhir yang membuat banyak peluang terbuang secara percuma.

Dus pertandingan di fase group yang telah dilakoni Turki melepaskan 62 tembakan keras ke gawang tetapi gagal mencetak gol dan menjadi salah satu catatan terburuk dalam sejarah Piala Dunia sejak tahun 1966.

Timnas Turki tampil di Piala Dunia 2026 melalui perjuangan panjang melelahkan.Turki bergabung di Group E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan 23 angka dari enam pertandingan dibawah raksasa’ sepakbola Eropa Spanyol yang melaju secara otomatis sebagai juara grup.

Berada di peringkat kedua mengharuskan Turki menempuh laga play off sebanyak dua pertandingan kemudian melaju ke putaran final dengan menyingkirkan Kosovo dan Rumania.

Harapan besar Turki berbuat banyak di Piala Dunia 2026 tak sesuai yang diinginkan.Turki mengalami dua kekalahan secara beruntun.

Kalah dari Australia 0-2 di matchday ke – 1 dan di matchday ke-2 kembali menelan kekalahan 0-1 dari Paraguy yang bermain dengan sepuluh pemain.

Dua kekalahan dari Australia dan Paraguay secara otomatis membawa Turki harus angkat koper lebih dini dari fase group Piala Dunia 2026 mengikuti jejak Haiti dari Group C yang terlebih dahulu terdepak.

Menyisakan satu pertandingan tuan rumah Amerika Serikat apapun hasilnys menang, imbang atau kalah tetap saja tak merubah posisinya.

Turki akan terdampar di dasar klasemen Group E Piala Dunia 2026 menjadi juru kunci karena secara hitungan kalah head to head dari Australia dan Paraguay apabila memiliki nilai yang sama.

Sebenarnya bukan kali ini saja Turki mengalami kegagalan dalam Piala Dunia dengan menyandang sebagai tim unggulan Turki diijagokan menjadi kuda hitam dalam pesta kabar sepakbola dunia dan Eropa.

Pada pagelaran Piala Eropa 2016 ,Turki melangkah ke putaran final berada di peringkat ketiga terbaik klasemen Grup A Kualifikasi Piala Eropa dibawah juara grup Republik Ceko dan Runner up Islandia.

Turki yang saat itu dilatih mantan pelatih AC Milan Fatih Terim mampu menyingkirkan Belanda dalam dua laga .Turki menahan imbang Belanda 1-1 di Amsterdam dan di Konya Turko memang telak 3+0 atas Belanda.

Turki melangkah ke putaran final Piala Eropa 2026 bergabung di Group D bersama Spanyol ,Kroasia dan Republik Ceko tak dapat berbuat banyak tersingkir lebih awal .

Sayang Turki mengalam dua kali
kekalahan secara beruntun dikalahkan Spanyol dan Kroasia. Di laga pamungkas Turki sukses mengalahkan Republik Ceko.

Tetap kemenangan atas Republik Ceko tak cukup mengantarkan Turki masuk empat menjadi peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke babak 16 Besar.

Turki kembali hadir di putaran final Piala Eropa 2020 dengan prestasi menjadi peringkat kedua Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020 dibawah Perancis dengan mengoleksi 23 angka berselisih dua angka dari juara Grup.

Tak tanggung tanggung Turki membuat kejutan berhasil mengalahkan Perancis 2-0 di Konya dan bermain imbang 1-1 di Stade fe France.

Turki yang diperkuat Burak Yilmaz ,Hakan Calhanoglu,Cengiz Under dan Caglar Soyuncu bergabung bersama Wales Italia dan Swiss di Group A Piala Eropa 2020.

Namun sayang pasukan arahan pelatih Senol Gunes yang diharapkan membawa prestasi membanggakan dengan skuad pemain berkualitas ternyata tersingkir di Piala Eropa 2020:

Menjalanj tiga laga ,Turki mengalami tiga kekalahan secara beruntun dari Wales Italia dan Swiss tanpa mempetoleh satu angkapun membuat tersingkir di Piala Eropa 2020.

Dengan demikian kegagalan Turki pada Piala. Dunia 2026 seperti pengulangan pada Piala Eropa 2016 dan Piala Eropa 2020 datang dengan skuad berkualitas dengan optimisme sangat tangga tetapi hancur di babak penyisihan grup.

Turki belum kembali ke permainan terbaiknya seperti di Piala Dunia 2002 sangat diperhitungkan sepakbola dunia dengan meraih juara ketiga dibawah asuhan pelatih legendaris Senol Gunes.

Karangnangka 21 Jun 2026

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Peringati Bulan Pancasila, Ratusan Kader Pemuda Pancasila Banyumas Jalani Tes Urin

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026

Peringati Bulan Pancasila, Ratusan Kader Pemuda Pancasila Banyumas Jalani Tes Urin

Peringati Bulan Pancasila, Ratusan Kader Pemuda Pancasila Banyumas Jalani Tes Urin

Minggu, 21 Juni 2026

Tolak PKL Kembali ke Jalan Vihara, 100 Warga Purwokerto Wetan Teken Petisi dan Pasang Spanduk Protes

Tolak PKL Kembali ke Jalan Vihara, 100 Warga Purwokerto Wetan Teken Petisi dan Pasang Spanduk Protes

Minggu, 21 Juni 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com