SEMARANG — Sebanyak 416 pendonor darah sukarela asal Kabupaten Banyumas menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan diberikan atas dedikasi mereka yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 hingga 75 kali.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara Penghargaan Pendonor Darah Sukarela Tingkat Jawa Tengah di Balairung Astina Hotel Semarang, Selasa (29/9/2026).
Dari 416 pendonor Banyumas, sebanyak 302 orang tercatat telah mendonorkan darah 50 kali, sedangkan 114 orang lainnya telah mencapai 75 kali donor. Jumlah itu menjadikan Banyumas sebagai daerah dengan penerima penghargaan terbanyak di Jawa Tengah.
2.347 Pendonor Jateng Terima Penghargaan
Secara keseluruhan, terdapat 2.347 pendonor di Jawa Tengah yang menerima penghargaan pada acara tersebut. Rinciannya, 1.742 pendonor telah mencapai 50 kali donor dan 605 pendonor telah mencapai 75 kali donor.
Setelah Banyumas, Kota Semarang berada di urutan berikutnya dengan 269 pendonor, terdiri atas 171 pendonor 50 kali dan 98 pendonor 75 kali. Disusul Kota Surakarta dengan 246 pendonor, Kabupaten Klaten 102 pendonor, dan Kabupaten Kudus 98 pendonor.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi para pendonor membantu masyarakat melalui donor darah sukarela.
“Orang Hebat dan Tangguh”
Ahmad Luthfi menyebut para pendonor sebagai orang hebat dan tangguh. Menurutnya, kesediaan mereka datang ke PMI, duduk, donor, lalu pulang tanpa mengharapkan imbalan merupakan wujud hati yang luar biasa.
“Bapak-ibu pendonor darah ini adalah orang hebat dan tangguh. Karena kalau kita disuntik vaksin sekali saja sudah mengeluh. Sedangkan Bapak/Ibu ini sudah 50 kali (sejumlah 1.743 orang) dan 75 kali (sejumlah 605 orang) ditusuk jarum dengan sukarela. Tidak dibayar. Tidak minta balasan. Datang sendiri ke PMI. Duduk. Donor. Pulang. Kalau bukan karena hati yang luar biasa, tidak mungkin bisa,” ujar Ahmad Luthfi.
Konsistensi dan Semangat Gotong Royong
Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat menilai penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi para pendonor dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Menurut Nungky, donor darah bukan semata-mata persoalan seberapa banyak atau seberapa sering seseorang menyumbangkan darah. Lebih dari itu, donor darah merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu sesama.
“Bukan tentang berapa banyak, tetapi konsistensi untuk mendonorkan darah yang menggambarkan semangat gotong royong. Dan penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan, sehingga semoga para peserta bisa terus mendonorkan darahnya untuk sesama,” ungkap Nungky.
Rutin Digelar Setiap Tahun
Penghargaan bagi pendonor darah sukarela yang telah mencapai 50 dan 75 kali donor tingkat Jawa Tengah rutin diberikan setiap tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada masyarakat yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah membuat Banyumas menjadi salah satu daerah yang rutin mengirimkan pendonor dalam jumlah besar untuk menerima penghargaan tersebut.
PMI Kabupaten Banyumas berharap penghargaan itu tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi para pendonor, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berdonor sekaligus menginspirasi masyarakat lainnya menjadi pendonor darah sukarela.
Konsistensi ratusan pendonor Banyumas menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui aksi sederhana, yakni mendonorkan darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah dan menyelamatkan nyawa.
Penulis : Sastra Bumi
Editor : Angga Saputra






