JAKARTA — Ketua Umum DPP Partai Boedaya Nusantara (BOEDANTARA), Endar Susanto, SH, melontarkan usulan mengejutkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Ia mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar 10 persen.
Usulan itu lebih tinggi dari wacana Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menyuarakan PT 7 persen dan menyatakan rela partainya tidak lolos ke Senayan.
“Saya Endar Susanto, Ketum BOEDANTARA, mengusulkan 10 persen. Kami partai baru, kami sadar suara kami belum tentu sampai 10 persen. Tapi kami rela tidak lolos ke Senayan kalau itu untuk kebaikan bangsa. Kita butuh penyederhanaan partai, bukan memperbanyak,” tegas Endar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/9/2026).
Visi 3 Pilar Nusantara
Menurut Endar, PT 10 persen merupakan kunci untuk kembali ke sistem kepartaian yang sederhana, yakni sistem tiga partai yang ia sebut sebagai 3 Pilar Nusantara.
Pilar pertama, Partai Budaya (BOEDANTARA), diproyeksikan menjadi rumah besar bagi kekuatan budaya bangsa. Partai ini disebut menjadi tempat bernaungnya PKB dengan basis Nahdlatul Ulama yang merawat tradisi, penghayat kepercayaan, masyarakat adat dari Kute Lintang Aceh hingga Papua, umat Hindu PHDI, Buddha WALUBI, hingga komunitas budaya seperti seniman tato, kusir andong, dalang, dan budayawan.
“PKB itu slogan merawat tradisi, tradisinya adalah budaya Nusantara. Jadi rumah paling pas ya di BOEDANTARA, bukan di PKS. Begitu juga saudara Hindu dan Buddha, rumah politiknya adalah Partai Budaya,” jelasnya.
Pilar kedua, Partai Nasionalis, digambarkan sebagai fusi besar Gerindra, Golkar, NasDem, Demokrat, PDIP, dan PSI menjadi satu kekuatan nasionalis pembangunan.
Pilar ketiga, Partai Agama Islam, disebut sebagai hasil fusi PKS dan PAN yang merepresentasikan Islam modern perkotaan.
Optimistis Target 10 Persen Tercapai
Endar menilai target 21 juta suara untuk mencapai PT 10 persen sangat realistis. Ia menyebut masyarakat adat saja berjumlah sekitar 20 juta jiwa, belum termasuk penghayat kepercayaan dan seniman.
“Kalau semua yang selama ini tidak punya rumah politik bersatu di BOEDANTARA, dari Aceh sampai Papua, 10 persen itu bukan mimpi,” pungkasnya.
Ia pun mengajak seluruh ketua umum partai untuk berani berpikir besar seperti negarawan, bukan sekadar menghitung kursi pada Pemilu 2029.
Redaksi







