INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Rita Diduga Terima US$ 5 per Metrik Ton Batubara dari Pengusaha

Sabtu, 6 Juli 2024

FOKUS– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari diduga telah menerima gratifikasi terkait dengan pertambangan batu bara. Nilai yang diterima pada saat dirinya menjadi Bupati Kutai Kertanegara mencapai US$3,3 hingga US$5 per metrik ton batu bara.

“RW [Rita Widyasari] selaku Bupati Kukar waktu itu mendapat gratifikasi dari sejumlah perusahaan dari hasil eksplorasi bentuknya metrik ton ya batu bara. Itu ada nilainya antara US$3,3 sampai yang terakhir itu adalah US$5 per metrik ton,” ujar
Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu, Sabtu (6/7) dikutip CNN Indonesia.

Jenderal polisi bintang satu ini belum bisa menyampaikan informasi secara detail termasuk jumlah terkini penerimaan gratifikasi Rita. Sebab, proses penyidikan masih berjalan.

“Nah, bisa dibayangkan karena perusahaan itu bisa jutaan metrik ton menghasilkan hasil eksplorasinya,” kata Asep.

Dia menambahkan Rita diduga juga telah menyamarkan penerimaan gratifikasi tersebut sehingga KPK menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sejumlah aset yang disinyalir bersumber dari hasil korupsi masih terus didalami. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memeriksa saksi-saksi.

Pada Kamis, KPK telah memeriksa pengusaha asal Kalimantan Timur yang bernama Said Amin. Tim penyidik mendalami perihal sumber dana pembelian ratusan mobil yang telah disita sebelumnya.

“Yang bersangkutan diperiksa pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2024, kaitannya tentang sumber dana kepemilikan mobil-mobil yang sebagaimana teman-teman ketahui sudah dilalukan penyitaan oleh KPK,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto beberapa waktu lalu.

Rita bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 16 Januari 2018. Rita dan Khairudin diduga mencuci uang dari hasil tindak pidana gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp436 miliar.

Mereka disinyalir membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi tersebut untuk membeli kendaraan yang menggunakan nama orang lain, tanah, uang tunai, maupun dalam bentuk lainnya.

Rita kini mendekam diLapas Perempuan Pondok Bambu untuk menjalani vonis pidana 10 tahun penjara. Berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) di
Mahkamah Agung (MA),Rita juga dihukum membayar denda sebesar Rp600 juta subsider enam bulan kurungan dengan hak politik dicabut selama lima tahun, terhitung mulai dari yang bersangkutan selesai menjalani pidana pokok. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pertarungan Kaesang dengan Tokoh yang Diusung PDIP Dinilai Bakal Berlangsung Sengit di Jateng

Selanjutnya

Kemenag Bentuk Satgas Pencegahan Judol, ASN Kemenag Bakal Kena Sanksi Tegas Jika Terbukti Bermain

TERBARU

Jejak Legenda: Perjalanan Karier Fariz RM, Musisi Multi-Genre yang Karyanya Abadi

Jejak Legenda: Perjalanan Karier Fariz RM, Musisi Multi-Genre yang Karyanya Abadi

Minggu, 19 April 2026

Klinik Hukum BMS TV Perluas Layanan, Libatkan Mahasiswa dan Sapa Masyarakat Lebih Santai

Klinik Hukum BMS TV Perluas Layanan, Libatkan Mahasiswa dan Sapa Masyarakat Lebih Santai

Minggu, 19 April 2026

Peringati Hari Kartini, Karang Taruna Cilongok Gelar Baksos dan Pentas Seni Ebeg

Peringati Hari Kartini, Karang Taruna Cilongok Gelar Baksos dan Pentas Seni Ebeg

Minggu, 19 April 2026

POPULER BULAN INI

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Selanjutnya

Kemenag Bentuk Satgas Pencegahan Judol, ASN Kemenag Bakal Kena Sanksi Tegas Jika Terbukti Bermain

Tangani Persoalan Nikah Siri, Kemenag Gandeng Kemendagri dan Pengadilan Agama

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com