BANYUMAS – Sebanyak 171 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Banyumas, Jumat (24/7/2026). Penyerahan berlangsung di halaman belakang Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas.
Bantuan yang disalurkan melalui program ketahanan pangan nasional itu terdiri atas 124 unit pompa air 3 inci, 10 unit rotavator, 8 unit traktor roda empat, 3 unit combine harvester, serta 2 unit rice transplanter.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Fraksi Partai Gerindra DPRD Banyumas, antara lain Wakil Ketua DPRD Banyumas Muh Erlangga Adinugraha SM, Ir Budiyono, Rachmat Imanda SE Akt, Yuningsih, dan Siswondo.
Dukungan Penuh untuk Lumbung Pangan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Gerindra, Shinta Laila SH, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepercayaan negara kepada petani Banyumas.
“Banyumas sebagai lumbung pangan hortikultura dari Baturraden hingga Ajibarang dengan komoditas unggulan. Biaya olah tanah semakin mahal, sehingga kami mendukung melalui program Pak Prabowo untuk mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Shinta dalam sambutannya.
Ia berpesan agar para petani merawat dan memelihara alat-alat pertanian tersebut secara bersama-sama. “Jangan egois. Dirawat dan dipelihara bersama, jangan sampai satu musim rusak. Dengan alat ini biaya produksi turun, hasil panen naik,” tegasnya.
Shinta juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk terus mendampingi kelompok tani dalam pemanfaatan alsintan tersebut.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST MM, mengapresiasi dukungan penuh dari Presiden Prabowo dan Fraksi Gerindra. Menurutnya, bantuan ini akan mendorong percepatan tanam, percepatan panen, serta optimalisasi pengolahan lahan.
“Kami memiliki inovasi G10T atau Gerakan 10 Hari Tanam. Biasanya petani butuh waktu lebih dari satu bulan untuk tanam setelah panen. Mari kita pangkas menjadi 10 hari,” ungkap Arif.
Ia optimistis dengan perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi tersebut dapat dijalankan. “Bapak Presiden berkeinginan petani menuju kesejahteraan, dan Bapak Bupati Banyumas berkehendak menuju swasembada pangan, petani milenial, hingga petani yang menjadi pengusaha,” tambahnya.

Petani Sambut Antusias Bantuan Pompa Air
Para petani menyambut gembira bantuan tersebut, terutama pompa air yang sangat dibutuhkan di tengah musim kemarau.
Sutarno, petani asal Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, mengaku selama ini aliran air ke sawahnya hanya mengandalkan Sungai Banjaran. “Talud hancur, air tak sampai ke ujung. Air malah terbuang dan mempengaruhi panen. Sekarang musim tanam tapi baru diolah. Dengan pompa air ini, musim tanam bisa lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, akibat talud yang rusak, panen berkurang dan hama mengintai tanamannya. “Lahan 3 hektare, hasil biasanya hanya 3 kuintal untuk 0,14 hektare. Alhamdulillah, dengan bantuan pompa air aktivitas tanam bisa normal kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Sarwanto dari Kelompok Tani Sri Rastani 2 Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok mengatakan, bantuan traktor yang diterima akan menggarap lahan sekitar 25 hektare lebih. “Kami berharap hasil pertanian meningkat dan menghemat biaya. Petani bisa serempak menanam, tidak lagi berbeda hingga satu bulan karena kendala irigasi,” jelasnya.
Ia optimistis hasil panen bisa meningkat. “Kalau sebelumnya 1 hektare bisa 5 ton, dengan alat ini bisa naik menjadi 6-7 ton per hektare,” pungkasnya.
Penulis : Angga Saputra








