Perseteruan legendaris dua raksasa Britpop di era 90-an lebih dari sekadar adu jualan single. Ini soal Utara vs Selatan, working class vs intelektual London.
Kalau bicara Britpop, dua nama ini pasti langsung muncul: Blur dan Oasis. Ikonik. Bertolak belakang. Dan saling membenci.
Di era 90-an hingga awal 2000-an, Britpop menjadi kebanggaan Inggris sekaligus jawaban atas dominasi grunge Amerika. Dan di puncak kejayaannya, Blur vs Oasis adalah pusat badai.
Bukan sekadar adu lagu. Perseteruan mereka mencerminkan perbedaan kelas sosial, budaya, dan gaya hidup masyarakat Inggris saat itu.
· Oasis (Manchester) → kasar, lugas, pekerja keras. Simbol working class.
· Blur (London Selatan) → rapi, intelektual, cenderung kelas menengah ke atas.

Awal Mula Rivalitas
Tensi mulai terasa ketika kedua band sama-sama besar.
· Blur lebih dulu moncer lewat Modern Life Is Rubbish (1993) dan Parklife (1994).
· Oasis menyusul dengan Definitely Maybe (1994), salah satu album debut tercepat penjualannya dalam sejarah Inggris.
Puncaknya? Agustus 1995. ‘The Battle of Britpop’. Kedua band sengaja merilis single baru di hari yang sama:
· Blur – Country House
· Oasis – Roll With It

Media Inggris, terutama The Sun dan NME, membingkai ini seperti final Piala Dunia.
Hasil pertarungan:
· Blur menang mingguan (274.000 kopi vs 216.000 kopi).
· Tapi Oasis menang global: album (What’s the Story) Morning Glory? laku 22 juta kopi di seluruh dunia.
Komentar Pedas yang Masih Diingat
Noel Gallagher (Oasis) terkenal tak pernah pelit komentar. Dalam wawancara dengan The Observer (1995), ia berkata tentang Damon Albarn dan Alex James (Blur):
“Saya harap mereka terkena AIDS dan mati!”
Meski minta maaf kemudian, dampaknya sudah telanjur meracuni suasana.
Blur balas dengan sindiran visual. Dalam video klip Country House, muncul pria mirip Liam Gallagher yang digambarkan bingung dan kikuk.-
Ini Bukan Cuma Dua Band, Ini Dua Inggris
Penulis musik John Harris dalam bukunya The Last Party: Britpop, Blair and the Demise of English Rock (2003) menulis:
“Blur versus Oasis bukan hanya tentang dua band, ini tentang dua Inggris yang berbeda—satu tentang eksistensi kasual dan penuh semangat di utara, dan yang lain tentang analisis tajam dan kehidupan bohemian di selatan.”
Perseteruan ini menjadi simbol konflik sosial-budaya Inggris pasca-Thatcher.
Perdamaian yang Tak Terduga
Memasuki 2000-an, tensi mulai mereda.
· Blur berevolusi ke musik eksperimental.
· Oasis kehilangan momentum dan bubar pada 2009 karena konflik internal Gallagher bersaudara.
Pada 2018, kejutan datang. Damon Albarn mengaku sudah berteman dengan Noel Gallagher, bahkan sempat kolaborasi di proyek Gorillaz.
“Kami sama-sama lebih dewasa sekarang. Tidak masuk akal terus berselisih setelah 20 tahun.”
Warisan yang Tak Terlupakan
Rivalitas ini penuh kontroversi. Tapi tanpa itu, Britpop tak akan sebesar dan semegah itu. Lagu-lagu seperti Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, Song 2, dan Beetlebum masih hidup lintas generasi.
Oasis dan Blur adalah dua sisi koin yang sama: simbol era keemasan musik Inggris yang tak akan terlupakan.
Angga Saputra






