BANYUMAS – Usia baru menginjak dua tahun, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia, Banyumas, sudah mencatatkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil melahirkan tiga buku terbitan, dua di antaranya telah memiliki ISBN.
Capaian ini menjadi bukti bahwa tradisi literasi di lingkungan pesantren terus tumbuh. Di tengah kuatnya kajian kitab klasik, mahasantri mulai produktif mendokumentasikan gagasan melalui karya tulis.
Berikut rincian tiga buku yang diterbitkan:
1. “Basic Audio Pesantren” karya Idris Ziee. Buku ini membahas dasar-dasar sistem audio dan tata suara di lingkungan pesantren, lahir dari pengalaman praktis penulis.
2. “Meniti Jembatan Tafsir: Antologi Artikel Tafsir Lewat Jalur Santri Pemula” karya Mujiburrohman. Buku setebal 234 halaman yang diterbitkan Rizquna Purwokerto ini memuat sekitar 40 artikel tafsir Al-Qur’an dengan bahasa ringan namun ilmiah.
3. Buku Antologi Kolektif anggota UKM. Masih menggunakan QRSBN, buku ini menghimpun ratusan karya selama dua tahun, mulai dari puisi, esai, opini, hingga refleksi keislaman. Naskah asli sempat mencapai 600 halaman, lalu disunting menjadi 160 halaman agar lebih nyaman dibaca.
Penanggung Jawab UKM Jurnalistik dan Literasi, Abdullah Alkaff, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar soal jumlah.
“Kami menyadari budaya literasi tidak bisa instan. Buku-buku ini hasil dari proses panjang membaca, berdiskusi, dan saling belajar. Yang membahagiakan adalah munculnya keberanian mahasantri menuangkan gagasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren sejak awal memiliki tradisi literasi kuat. UKM ini hadir untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut secara relevan dengan zaman.
Memasuki tahun ketiga, UKM Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia berkomitmen terus mendorong lahirnya karya-karya baru. Tiga buku dalam dua tahun menjadi penanda bahwa budaya literasi pesantren tidak hanya hidup dalam diskusi, tetapi juga menghasilkan karya nyata untuk masyarakat luas.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra







