INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Moeldoko Disebut segera Mundur dari Istana, 4 Jenderal Ini Calon Pengganti

Senin, 15 Maret 2021
Isra Triansyah, Sindonews | Minggu, 14 Maret 2021 | 16:30:00 WIB

Jenderal TNI (Pur) Moeldoko disebut-sebut bakal meninggalkan jabatan Kepala Staf Presiden. Langkah itu terkait dengan penetapannya sebagai ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatera Utara.

Sejumlah nama pun mencuat sebagai calon penggati. Setidaknya muncul empat nama jenderal yang dianggap berpeluang kuat untuk mengganti Moeldoko.

Ketua Koordinator Jaringan Pemuda Indonesia (JAPI) Iradat Ismail memprediksi, kemungkinan besar Moeldoko memilih berhenti dari jabatannya di Istana. Dia akan fokus mengurus Partai Demokrat yang sedang panas-panasnya.

“Saya kira soal waktu saja. Tidak lama lagi, Pak Moeldoko akan lepas lepas Kepala Staf Kepresidenan dan totalitas mengurus Partai Demokrat,” kata Iradat, dikutip Minggu (14/3/2021).

Dia lantas menyebut empat nama purnawirawan perwira tinggi yang punya kans untuk menggantikan Moeldoko. Mereka berlatar belakang TNI dan polisi.

Mereka yakni politikus kawakan PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Mulyono, mantan Kapolri Jenderal Idham Aziz dan Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo. Agus Sutomo merupakan mantan Danpaspampres. Lulusan Akademi Militer 1984 ini juga pernah menjabat Danjen Kopassus dan terakhir sebagai Irjen Kemhan.

”Kalau kami dengar-dengar mengerucut empat sosok itu. Tapi sekali lagi ini masih prediksi dan spekulasi. Kita tunggu saja,” kata,” ujar mantan Ketua Pemuda Islam Indonesia (PII) Maluku Utara itu.

KLB Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021) lalu menghasilkan Moeldoko sebagai ketua umum dan Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina. Para pelaku KLB menyebut acara itu sah berdasarkan aturan partai.

Moeldoko yang datang ke arena KLB menerima penetapan tersebut. Dia juga menegaskan, tugas pemimpin untuk memberikan kekuatan dan energi kepada bawahan, bukan justru melemahkan.

Di sisi lain AHY dengan keras menyebut KLB Sumut ilegal dan inkonstitusional. Kepada para kader Demokrat, dia menegaskan dirinya tetap sah sebagai ketua umum. Sampai saat ini juga tidak ada dualisme kepemimpinan.

Editor : Zen Teguh

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Hattrick Iheanacho, Leicester bantai Sheffield 5-0

Selanjutnya

Hasil Man United Vs West Ham, Gol Bunuh Diri Bawa MU Naik ke Posisi 2

Selanjutnya

Hasil Man United Vs West Ham, Gol Bunuh Diri Bawa MU Naik ke Posisi 2

Nissa Sabyan Akhirnya Muncul, Menangis dalam Video

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com