PURWOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas menyiapkan langkah baru menjaga kebersihan pusat kota. Sejumlah tong sampah portabel akan ditambah di kawasan Alun-Alun Purwokerto, terutama di area rumput yang kini bebas diakses publik.
Kepala DLH Banyumas, Widodo Sugiri, menegaskan penambahan fasilitas ini penting mengingat tingginya antusiasme masyarakat. “Kami ingin landmark kota tetap estetik. Jika bersih, pengunjung betah, dan UMKM sekitar ikut terdongkrak,” ujarnya.
Sugiri mengingatkan, kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia mengajak pedagang dan pengunjung bekerja sama menjaga keasrian alun-alun. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci agar ikon hijau Purwokerto tidak rusak oleh plastik atau sisa makanan.
DLH mencatat, biaya perawatan rutin alun-alun sebelumnya mencapai sekitar Rp600 juta per tahun. Anggaran digunakan untuk tambal sulam rumput, pemupukan, dan pemeliharaan fasilitas pendukung. Dengan kebijakan baru yang memperbolehkan masyarakat beraktivitas di atas rumput, intensitas perawatan harus ditingkatkan.
Sebagai langkah antisipasi, DLH menyiapkan skema masa recovery. “Akan ada waktu khusus, beberapa hari atau seminggu, area rumput ditutup sementara agar bisa ‘bernafas’ dan pulih setelah padat aktivitas,” jelas Sugiri.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Banyumas membuka area rumput sebagai respons atas aspirasi warga yang ingin ruang publik lebih luas. Namun, sejumlah aturan tetap diberlakukan:
· Dilarang membawa atau menggelar tikar di area rumput
· Pedagang tidak boleh masuk ke area dalam alun-alun
· Pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak rumput
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil bedasarkan aspirasi masyarakat yang ingin menikmati alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman.
“Ini juga karena aspirasi masyarakat. Mulai Sabtu kemarin, area rumput Alun-alun sudah bisa diakses,” ujar Sadewo, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, selama ini area berlantai keramik sangat terbatas. Pengunjung kerap kebingungan mencari tempat duduk. Dengan dibukanya area rumput, ruang untuk bersantai menjadi lebih lega. (Angga Saputra)








