INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Inggris dan Mimpi yang Tak Pernah Padam

Catatan Redaksi Piala Dunia 2026

Inggris dan Mimpi yang Tak Pernah Padam
Kamis, 18 Juni 2026

Yoga Cokro

Ada yang berbeda dari Inggris di Piala Dunia 2026. Bukan sekadar kemenangan 4-2 atas Kroasia, melainkan keberanian. Di tengah gempuran lawan yang sempat menyamakan kedudukan, The Three Lions tidak surut. Mereka tetap menyerang. Mereka tetap menghibur. Dan itu, dalam beberapa dekade terakhir, jarang kita lihat dengan konsisten dari tim berjuluk “Tiga Singa” itu.

Di lapangan, Harry Kane tampil buas. Mematikan di kotak penalti, haus akan gol, dan pantang mundur. Dia memang mengerikan, meski di rumput hijau, ia adalah sosok yang nyaris tanpa ekspresi. Tidak ada tato mencolok, tidak ada rambut aneh, tidak ada tingkah kontroversial. Hanya seorang pemain yang terlihat “biasa saja.” Tapi justru di situlah keistimewaannya. Kane adalah lambang dari Inggris yang sedang berusaha membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu tentang gaya, tetapi tentang hasil.

Namun kita semua tahu cerita lama tentang Inggris. Generasi emas. Skuad mewah. Ekspektasi selangit. Dan pada akhirnya… pulang lebih cepat dari yang diharapkan. Piala Dunia, Piala Eropa, semuanya pernah mengajarkan bahwa harapan adalah pisau bermata dua bagi pendukung Inggris.

Tapi bagaimana jika kali ini berbeda?

Kemenangan atas Kroasia bukanlah tentang skor semata. Madueke yang cepat, Rice yang dewasa, dan lini sayap yang terus menusuk, itu adalah potret tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Inggris terlihat lebih matang. Mereka tidak panik saat kebobolan. Mereka tetap pada pakem permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya.

Dan mungkin, inilah yang selama ini dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Bukan hanya trofi, melainkan perubahan. Bahwa Inggris tidak lagi menjadi tim yang hanya hidup dari nostalgia 1966. Bahwa mereka bisa menjadi tim yang tidak hanya membuat penonton berharap, tetapi juga percaya.

Akankah Piala Dunia 2026 menjadi panggung pemecah kutukan? Masih panjang jalannya. Jerman, Brasil, Argentina, dan Prancis masih menunggu. Tapi satu hal yang pasti: untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Inggris tidak hanya membuat kita menonton, mereka membuat kita terpukau.

Dan jika akhirnya mimpi itu terwujud, kita boleh bilang: Finally, the lions have roared.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

KAI Daop 5 Ajak Railfans Spoorlimo Intip Proses Perawatan Kereta di Depo Purwokerto

Selanjutnya

Gebyar Pendidikan Perdana Pekuncen Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan di Banyumas

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Peringatan 1 Muharram 1448 H di MA Ma’arif NU 1 Cilongok Berlangsung Khidmat, Momentum Perbaikan Diri

Peringatan 1 Muharram 1448 H di MA Ma’arif NU 1 Cilongok Berlangsung Khidmat, Momentum Perbaikan Diri

Kamis, 18 Juni 2026

Sumitronomics, Negara Pancasila, Pasar, dan Sebuah Keyakinan (1)

Ki Hajar Dewantara dan Revolusi Pendidikan

Kamis, 18 Juni 2026

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Kamis, 18 Juni 2026

Selanjutnya
Gebyar Pendidikan Perdana Pekuncen Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan di Banyumas

Gebyar Pendidikan Perdana Pekuncen Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan di Banyumas

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com