Yoga Cokro
Ada yang berbeda dari Inggris di Piala Dunia 2026. Bukan sekadar kemenangan 4-2 atas Kroasia, melainkan keberanian. Di tengah gempuran lawan yang sempat menyamakan kedudukan, The Three Lions tidak surut. Mereka tetap menyerang. Mereka tetap menghibur. Dan itu, dalam beberapa dekade terakhir, jarang kita lihat dengan konsisten dari tim berjuluk “Tiga Singa” itu.
Di lapangan, Harry Kane tampil buas. Mematikan di kotak penalti, haus akan gol, dan pantang mundur. Dia memang mengerikan, meski di rumput hijau, ia adalah sosok yang nyaris tanpa ekspresi. Tidak ada tato mencolok, tidak ada rambut aneh, tidak ada tingkah kontroversial. Hanya seorang pemain yang terlihat “biasa saja.” Tapi justru di situlah keistimewaannya. Kane adalah lambang dari Inggris yang sedang berusaha membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu tentang gaya, tetapi tentang hasil.
Namun kita semua tahu cerita lama tentang Inggris. Generasi emas. Skuad mewah. Ekspektasi selangit. Dan pada akhirnya… pulang lebih cepat dari yang diharapkan. Piala Dunia, Piala Eropa, semuanya pernah mengajarkan bahwa harapan adalah pisau bermata dua bagi pendukung Inggris.
Tapi bagaimana jika kali ini berbeda?
Kemenangan atas Kroasia bukanlah tentang skor semata. Madueke yang cepat, Rice yang dewasa, dan lini sayap yang terus menusuk, itu adalah potret tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Inggris terlihat lebih matang. Mereka tidak panik saat kebobolan. Mereka tetap pada pakem permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya.
Dan mungkin, inilah yang selama ini dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Bukan hanya trofi, melainkan perubahan. Bahwa Inggris tidak lagi menjadi tim yang hanya hidup dari nostalgia 1966. Bahwa mereka bisa menjadi tim yang tidak hanya membuat penonton berharap, tetapi juga percaya.
Akankah Piala Dunia 2026 menjadi panggung pemecah kutukan? Masih panjang jalannya. Jerman, Brasil, Argentina, dan Prancis masih menunggu. Tapi satu hal yang pasti: untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Inggris tidak hanya membuat kita menonton, mereka membuat kita terpukau.
Dan jika akhirnya mimpi itu terwujud, kita boleh bilang: Finally, the lions have roared.








