BANYUMAS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terus berjibaku menghadapi darurat kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla) yang semakin meluas. Hingga 5 September 2026, sebanyak 2.878.000 liter air bersih telah dikirim ke sejumlah titik krisis.
Data terkini BPBD mencatat, 58 desa/kelurahan di 19 kecamatan terdampak, memaksa 14.090 kepala keluarga atau sekitar 49.450 jiwa bergantung pada bantuan air bersih.
Karhutla Makin Masif, 31 Lokasi Terpanggang
Selain kekeringan, ancaman karhutla juga semakin mengkhawatirkan. Tercatat 31 lokasi/desa telah terdampak kebakaran lahan. BPBD pun mengerahkan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla untuk mempercepat respons di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan distribusi air dan penanganan karhutla berjalan maksimal,” ujar Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, S.STP., M.Hum.
579 Rute Pengiriman Air Bersih
Untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak, BPBD mencatat telah melakukan 579 rute pengiriman air bersih. Upaya ini menyasar tidak hanya pemukiman warga, tetapi juga 11 fasilitas umum yang mulai kesulitan akses air.
BPBD Banyumas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga yang membutuhkan air bersih atau menemukan titik kebakaran lahan diminta segera melapor.
Layanan darurat kebencanaan tersedia 24 jam melalui Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banyumas di nomor:
📞 0815-4880-8886
Ringkasan Data Terkini (per 5 September 2026)
Indikator Jumlah
-Desa/Kelurahan terdampak 58
-Kecamatan terdampak 19
-Fasilitas umum terdampak 11
-KK terdampak 14.090
-Jiwa terdampak 49.450
-Rute pengiriman air 579
-Air bersih disalurkan 2.878.000 liter
-Lokasi karhutla 31
Untuk update terkait data keseluruhan, BPBD Banyumas akan melakukan perubahan data malam ini, Senin (7/9/2026).
Pewarta : Angga Saputra
Editor : Angga Saputra








