BANYUMAS — Kebakaran lahan jati seluas sekitar satu hektare di kawasan Perhutani Banyumas Timur, Grumbul Malangjiwa, Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan bergerak cepat, Senin (7/9/2026) sore.
Api yang membakar kawasan hutan produksi milik Perhutani tersebut berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sekitar pukul 19.40 WIB, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Ratusan Petugas Dikerahkan, Api Dipadamkan dalam Waktu 4 Jam
Mengetahui kejadian, Kapolsek Ajibarang Iptu Haryanto, S.H., langsung memimpin anggotanya bersama unsur Forkopimcam Ajibarang, BPBD Kabupaten Banyumas, Perhutani Banyumas Timur, Koramil 13 Ajibarang, Satpol PP, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk turun ke lokasi.
Petugas gabungan segera berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke kawasan hutan di sekitarnya. Berkat penanganan cepat dan kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan sekitar empat jam kemudian.
“Penanganan secara cepat dan bersama-sama sangat penting untuk mencegah api meluas.” ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi.
Kapolresta memberikan apresiasi tinggi atas sinergi seluruh unsur yang bergerak cepat menangani kebakaran.
Ia menekankan bahwa kerja sama antara kepolisian, TNI, BPBD, Perhutani, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan kebakaran serta mencegah dampak yang lebih luas.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di musim kemarau dengan kondisi lahan kering yang rentan terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani,” ujarnya.
Masyarakat yang melihat titik api atau kebakaran lahan diimbau untuk segera melapor ke aparat terdekat atau petugas kehutanan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas.
Pelajaran dari Kebakaran: Kewaspadaan dan Kecepatan
Kebakaran lahan di Ajibarang kali ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di tengah musim kemarau. Keberhasilan pemadaman dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa koordinasi dan kecepatan respons adalah faktor penentu dalam mencegah bencana yang lebih besar.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat dan aparat diimbau untuk terus meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran.
Tim Redaksi






