INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Srikandi Boedantara: Srikandi dari Desa, Penggerak Budaya yang Menyalakan Ekonomi Kaum Perempuan

Srikandi Boedantara: Srikandi dari Desa, Penggerak Budaya yang Menyalakan Ekonomi Kaum Perempuan

Lisa Nugrahaeni Dwiyanti. (Dok. Pribadi)

Selasa, 29 September 2026

Namanya mungkin belum setenar tokoh nasional, tetapi langkahnya di desa-desa mulai meninggalkan jejak. Lisa Nugrahaeni Dwiyanti, Ketua Umum Srikandi Boedantara, bukan tipe pemimpin yang gemar tampil di panggung megah. Ia lebih sering terlihat di tengah ibu-ibu kelompok wanita tani, mendampingi pembuatan kompos, atau menyemangati pemuda desa yang enggan merantau.

Di kantornya di Jakarta, perempuan yang akrab disapa Lisa ini berbicara lugas. Baginya, budaya bukan sekadar tarian dan upacara adat. Budaya adalah cara hidup yang harus menghidupi.

“Budaya kita mengajarkan gotong royong, resik, lan migunani. Itu yang kami implementasikan. Kami ingin perempuan menjadi soko guru ekonomi keluarga, pemuda kembali bangga membangun desanya sendiri,” ujarnya.

Dari Panggung ke Dapur, dari Dapur ke Pasar

Srikandi Boedantara, sayap perempuan Partai Boedaya Nusantara (Boedantara), memilih jalan berbeda. Mereka tidak berhenti pada seremonial pelestarian budaya. Lisa menegaskan, budaya harus dibawa masuk ke dapur, ke pasar, dan ke pundi-pundi keluarga.

Di bawah kepemimpinannya, Srikandi membina UMKM perempuan untuk mengolah produk lokal dengan nilai budaya. Jamu tradisional, batik tulis, anyaman, hingga kuliner desa didampingi agar naik kelas dan menembus pasar digital.

“Perempuan desa itu punya keterampilan warisan leluhur. Tugas kami memastikan keterampilan itu bernilai ekonomi,” kata Lisa.

Tidak hanya UMKM, Srikandi juga menguatkan Kelompok Wanita Tani (KWT). Lahan pekarangan didorong menjadi lumbung pangan sekaligus sumber pendapatan. Hasil tani tidak sekadar dikonsumsi, tetapi diolah menjadi produk bernilai jual.

Sampah Jadi Berkah, Ibu-Ibu Punya Tabungan

Program yang paling menyita perhatian adalah Gerakan Sampah Berdaya Beli. Lisa bercerita, sampah plastik dikumpulkan, dipilah, lalu diolah menjadi kerajinan, ecobrick, dan bahan baku UMKM. Sampah organik diubah menjadi sabun cuci piring, kompos, magot, hingga pakan ternak.

Hasilnya bukan sekadar mengurangi tumpukan sampah. Ibu-ibu kini memiliki tabungan dari sampah.

“Ibu-ibu kini punya tabungan dari sampah. Satu kilo plastik, satu ember kompos, itu ada nilainya. Ini adalah pelestarian budaya resik desa sekaligus peningkatan pendapatan keluarga. Budaya lestari, ekonomi menguat, keluarga sejahtera,” tegas Lisa.

Pemuda Desa, Jangan Merantau Dulu

Lisa juga menyoroti nasib pemuda desa. Srikandi Boedantara membuka ruang bagi pemuda-pemudi desa untuk menjadi wirausaha budaya. Mereka diajak melihat potensi desa sendiri.

“Ekonomi kreatif bisa dibangun dari desa. Tidak harus selalu merantau ke kota. Kalau desanya maju, kenapa harus pergi?” ujarnya.

Target ke Seluruh Indonesia

Ke depan, Srikandi Boedantara akan memperluas gerakan ini ke seluruh DPC dan DPAC se-Indonesia. Targetnya ambisius: setiap desa memiliki Bank Sampah Srikandi dan KWT binaan.

Lisa ingin memastikan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti di panggung seremonial. Budaya harus hidup, bernafas, dan menghidupi.

“Boedaya lestari, ekonomi mandiri, perempuan berdaya. Itu bukan slogan, itu kerja nyata,” pungkasnya.

Boedaya Lestari, Ekonomi Mandiri, Perempuan Berdaya!
Boedantara – Bersatu Untuk Rakyat!

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ketua Fraksi PDN DPRD Banyumas Apresiasi Kinerja APH, Sebut Kasus Saphire Mansion sebagai “Kotak Pandora”

Selanjutnya

Partai Boedantara : Menuju National Kingdom of the Republik Nusantara: Jalan Ketiga Boedantara untuk Indonesia 2034

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kwarcab Banyumas Lantik Mabiran dan Kwarran Gumelar Masa Bakti 2026–2029

Kwarcab Banyumas Lantik Mabiran dan Kwarran Gumelar Masa Bakti 2026–2029

Rabu, 30 September 2026

Parkir Gratis di 159 Gerai Alfamart Banyumas Mulai Berlaku Besok

Parkir Gratis di 159 Gerai Alfamart Banyumas Mulai Berlaku Besok

Rabu, 30 September 2026

KPU Banyumas Tetapkan 1.438.848 Pemilih, Naik 3.704 Orang

KPU Banyumas Tetapkan 1.438.848 Pemilih, Naik 3.704 Orang

Rabu, 30 September 2026

Selanjutnya
Partai Boedantara : Menuju National Kingdom of the Republik Nusantara: Jalan Ketiga Boedantara untuk Indonesia 2034

Partai Boedantara : Menuju National Kingdom of the Republik Nusantara: Jalan Ketiga Boedantara untuk Indonesia 2034

SAAT KEDAULATAN EKOPOL KITA RENTAN

Mazhab Tebet dan Perang Epistemologi: Merebut Kembali Cara Indonesia Berpikir

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com