NASIONAL – Bank Mandiri Taspen (Mantap) kembali menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan ekonomi nasional melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak sekadar memberi modal, bank ini secara aktif mendampingi para pensiunan agar bisa bertransformasi menjadi wirausahawan produktif melalui program Mantapreneur Naik Kelas.
Salah satu bukti nyata dari pendampingan ini adalah kisah sukses Eliana Trisnawati, pemilik Batik Genturan di Cianjur, Jawa Barat. Berawal dari hobi membatik di usia 40 tahun, Eliana kini berhasil mengembangkan usaha batiknya hingga menembus pasar mancanegara.
Dari Hobi Menjadi Bisnis Berkelas
Eliana mengaku memulai usahanya bukan karena paksaan, melainkan karena keinginan untuk menciptakan karya yang bermanfaat di masa depan.
“Saya memulai usaha ini kurang lebih di usia 40 tahun. Waktu itu saya termotivasi karena saya ingin ada sesuatu yang bisa menjadi hasil karya saya di kemudian hari,” ujar Eliana saat ditemui di rumah produksinya yang berlokasi di Jalan Raya Warung Kondang Nomor 42, Cianjur.
Pertemuannya dengan Bank Mandiri Taspen pada tahun 2022 menjadi titik balik. Ia mendapatkan tambahan modal serta pendampingan intensif yang tidak hanya berfokus pada uang, tetapi juga pengembangan kapasitas usaha.
“Ternyata sampai sekarang luar biasa. Kelebihan Mandiri Taspen tidak hanya memberikan nilai uang saja, tapi sangat berdampak dengan support promosi produk dan pelatihan agar usaha kami tetap naik kelas,” tambahnya.
Menurut Eliana, memulai usaha dari hobi adalah hal yang menyenangkan. Meski ada hambatan, terutama karena faktor usia, ia justru merasa lebih matang dalam mengambil keputusan.
“Saya menghasilkan sesuatu yang jauh dari harapan, bahkan lebih besar lagi. Membangun lewat hobi itu menyenangkan dan ternyata menghasilkan,” ungkapnya.
Targetkan 4 Juta Pensiunan Jadi Pengusaha
Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menjelaskan bahwa program Mantapreneur dirancang khusus untuk mengubah pola pikir pensiunan dari konsumtif menjadi produktif.
“Kami ingin para pensiunan naik kelas, dari sebelumnya mengambil kredit untuk konsumsi, sekarang punya usaha. Ini menjadi salah satu misi Bank Mandiri Taspen untuk menyejahterakan para pensiunan,” paparnya.

Maswar menambahkan bahwa pelatihan kewirausahaan ini telah digelar di berbagai kota dan menyasar pensiunan ASN, TNI, dan Polri yang jumlahnya mencapai 4 juta orang di Indonesia.
“Dengan pelatihan gratis ini, kami harap mereka bisa menjadi wirausaha yang baik dan menularkan ilmunya ke pensiunan lainnya,” lanjutnya.
Hingga saat ini, Bank Mandiri Taspen telah menggulirkan pembiayaan produktif sebesar Rp43 triliun. Tahun ini, bank menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp10,5 triliun.
“Lebih dari setengahnya merupakan pembiayaan produktif. Saat ini, sekitar 20% pensiunan nasabah Bank Mandiri Taspen adalah entrepreneur. Kami yakin sebagian besar nasabah kami juga ingin jadi pengusaha,” tandas Maswar.
Langkah strategis ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong pertumbuhan kewirausahaan, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Melalui pemberdayaan UMKM binaan yang berdaya saing, Bank Mandiri Taspen dan PT TASPEN (Persero) turut berkontribusi dalam membuka peluang usaha baru serta memperkuat ekonomi di tingkat daerah.
Dengan program Mantapreneur, harapannya semakin banyak pensiunan yang tidak hanya menikmati masa tua, tetapi juga tetap produktif dan memberi manfaat bagi banyak orang. (ADV)








