INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

APSSI Soroti Dampak PSN dan Tolak Pelemahan Prodi Sosiologi, Desak Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan

APSSI Soroti Dampak PSN dan Tolak Pelemahan Prodi Sosiologi, Desak Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan

Konferensi Nasional Sosiologi (KNS) XII dan Kongres APSSI V yang digelar di Bali pada 24–25 Juni 2026. Dalam forum ini, APSSI menyampaikan pernyataan sikap terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan moratorium pembukaan program studi sosial-humaniora. (Foto: Dok. APSSI)

Selasa, 30 Juni 2026

BALI – Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) menyampaikan pernyataan sikap sekaligus rekomendasi kebijakan terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kebijakan moratorium pembukaan program studi ilmu sosial-humaniora. Pernyataan tersebut dihasilkan dalam Konferensi Nasional Sosiologi (KNS) XII dan Kongres APSSI V yang digelar di Bali pada 24–25 Juni 2026.

Ketua Umum APSSI periode 2026–2030, Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si, mengatakan pembangunan nasional tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi maupun kecepatan penyelesaian proyek fisik. Menurutnya, pembangunan juga harus mempertimbangkan dimensi sosial, budaya, lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur secara ekonometrik. Pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang menjaga martabat manusia, memperkuat kohesi sosial, menghormati keberagaman budaya, dan menghadirkan keadilan bagi seluruh warga negara. Karena itu, suara masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses perencanaan maupun evaluasi setiap Proyek Strategis Nasional,” ujar Tyas.

Ia menegaskan, APSSI memandang berbagai dinamika yang muncul di sejumlah lokasi PSN menunjukkan pentingnya keterlibatan ilmu sosiologi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkeadilan.

APSSI Prihatin dengan Moratorium dan Wacana Pelemahan Prodi Sosial-Humaniora

Selain menyoroti pelaksanaan PSN, APSSI juga menyatakan keprihatinan terhadap moratorium pembukaan program studi baru di bidang sosial-humaniora serta munculnya wacana penataan yang berpotensi melemahkan eksistensi program studi sosiologi.

Ketua Dewan Pengawas APSSI periode 2026–2030, Dr. Harmona Daulay, M.Si, menilai pendekatan yang hanya mengutamakan serapan industri sebagai ukuran relevansi program studi merupakan cara pandang yang terlalu sempit.

“Ilmu sosial, khususnya sosiologi, memiliki kontribusi strategis dalam membaca persoalan masyarakat, mengelola konflik sosial, memperkuat demokrasi, hingga mendukung keberlanjutan pembangunan. Karena itu, relevansi sebuah program studi tidak dapat diukur semata-mata dari indikator ekonomi atau kebutuhan pasar kerja jangka pendek,” kata Harmona.

Menurutnya, justru di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan sosial yang menyertai berbagai proyek pembangunan nasional, Indonesia membutuhkan lebih banyak sosiolog yang mampu menghadirkan kajian ilmiah berbasis realitas masyarakat.

Rekomendasi APSSI untuk Pemerintah dan Kemendiktisaintek

Melalui pernyataan sikap tersebut, APSSI mendorong pemerintah melakukan beberapa hal berikut:

1. Kajian Dampak Sosial Komprehensif – Melakukan kajian dampak sosial secara komprehensif dan partisipatif pada setiap PSN.

2. Dialog dengan Masyarakat – Membangun mekanisme dialog yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan.

3. Integrasi Perspektif HAM dan Gender – Mengintegrasikan perspektif hak asasi manusia, gender, dan pengetahuan lokal dalam seluruh proses pembangunan.

Sementara itu, kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, APSSI merekomendasikan:

1. Tinjau Ulang Moratorium – Moratorium pembukaan program studi sosial-humaniora ditinjau kembali.

2. Ukuran Relevansi yang Lebih Luas – Menghentikan penggunaan indikator serapan industri sebagai satu-satunya ukuran relevansi program studi.

3. Libatkan APSSI – Melibatkan APSSI secara substantif dalam proses evaluasi dan penataan program studi sosiologi di Indonesia.

Komitmen Tindak Lanjut: Riset Kolaboratif dan Pendokumentasian Dampak PSN

Sebagai tindak lanjut, APSSI juga berkomitmen memperkuat riset kolaboratif, pengembangan participatory action research, serta pendokumentasian dampak sosial PSN di berbagai daerah sebagai bagian dari kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional.

“Negara yang tidak mampu memproduksi sosiolog adalah negara yang tidak siap menghadapi kompleksitas sosialnya sendiri. Indonesia membutuhkan sosiologi lebih dari sebelumnya agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat,” tutup Tyas.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Luminor Hotel Purwokerto Siapkan Liburan Sekolah Penuh Keceriaan, Hadirkan Maskot Lumi & Mino dan Aktivitas Gratis untuk Anak

Selanjutnya

Polemik Tambang Batu Kapur di Ajibarang, Warga Desak Pembuktian Lapangan, LPPSLH Minta Moratorium Aktivitas

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Raperda Pilkades Banyumas Sisakan Tanda Tanya, Nasib Kades Dua Periode Masih Menggantung

Raperda Pilkades Banyumas Sisakan Tanda Tanya, Nasib Kades Dua Periode Masih Menggantung

Selasa, 30 Juni 2026

Disrupsi LSM: Dr. Barid Hardiyanto Tawarkan Peta Jalan Baru

Polemik Tambang Batu Kapur di Ajibarang, Warga Desak Pembuktian Lapangan, LPPSLH Minta Moratorium Aktivitas

Selasa, 30 Juni 2026

APSSI Soroti Dampak PSN dan Tolak Pelemahan Prodi Sosiologi, Desak Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan

APSSI Soroti Dampak PSN dan Tolak Pelemahan Prodi Sosiologi, Desak Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan

Selasa, 30 Juni 2026

Selanjutnya
Disrupsi LSM: Dr. Barid Hardiyanto Tawarkan Peta Jalan Baru

Polemik Tambang Batu Kapur di Ajibarang, Warga Desak Pembuktian Lapangan, LPPSLH Minta Moratorium Aktivitas

Raperda Pilkades Banyumas Sisakan Tanda Tanya, Nasib Kades Dua Periode Masih Menggantung

Raperda Pilkades Banyumas Sisakan Tanda Tanya, Nasib Kades Dua Periode Masih Menggantung

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com