INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Gebyar Pendidikan Perdana Pekuncen Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan di Banyumas

Gebyar Pendidikan Perdana Pekuncen Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan di Banyumas

Wakil Ketua DPRD Banyumas Joko Pramono, sejumlah anggota dewan, Kepala Dinas Pendidikan Widodo Sugiri dan Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti dalam acara Gebyar Pendidikan Tahun 2026 yang digelar di SMP Negeri 2 Pekuncen, Kamis (18/6/2026). (Foto : Sub Bag Prokompim Setda Banyumas)

Kamis, 18 Juni 2026

BANYUMAS – Suasana meriah menyelimuti halaman SMP Negeri 2 Pekuncen, Kamis (18/6/2026), saat Korwilcam Dinas Pendidikan Kecamatan Pekuncen menggelar Gebyar Pendidikan Tahun 2026 untuk pertama kalinya di Kabupaten Banyumas. Kegiatan perdana ini langsung menuai apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang menyebutnya sebagai langkah inspiratif bagi pengembangan dunia pendidikan di wilayah Serayu.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Banyumas Joko Pramono, sejumlah anggota dewan, Kepala Dinas Pendidikan Widodo Sugiri, Camat Pekuncen, serta jajaran kepala sekolah, tenaga pendidik, wali murid, dan masyarakat setempat.

Beragam kegiatan edukatif dan kreatif memeriahkan gelaran ini, mulai dari pertunjukan seni dan tari tradisional, pameran karya siswa, hingga bazar pendidikan. Ajang ini sengaja dirancang sebagai ruang ekspresi bagi para pelajar untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta prestasi non-akademik yang telah mereka raih selama menempuh pendidikan.

Ketua Panitia Pelaksana, Anton Zauji, menyampaikan bahwa gebyar ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan ruang apresiasi kepada peserta didik. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki. Selain itu, kegiatan ini juga memotivasi satuan pendidikan agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan berinovasi,” ujarnya di tengah hiruk-pikuk pengunjung.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, memberikan apresiasi khusus kepada Korwilcam Pekuncen yang berani menjadi pelopor penyelenggaraan kegiatan serupa. Menurutnya, gebyar ini menjadi katalis penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Ajang seperti ini tidak hanya menampilkan prestasi akademik semata, tetapi juga berperan penting dalam mengembangkan karakter, kreativitas, dan keterampilan peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” tegas Widodo.

Sementara itu, Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia menilai Gebyar Pendidikan menjadi sarana positif bagi siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan maju mundurnya daerah. Pemerintah Kabupaten Banyumas akan selalu mendukung berbagai upaya yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk kegiatan inovatif seperti ini,” ujar Dwi Asih.

Momen paling istimewa dalam gelaran tersebut adalah peluncuran Program Anak Tidak Sekolah (ATS) Korwilcam Pekuncen. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta pelepasan burung merpati ke udara. Simbol tersebut dimaknai sebagai harapan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, di mana seluruh anak usia sekolah di Banyumas dapat mengakses pendidikan tanpa terkecuali.

Sepanjang acara, antusiasme tinggi terpancar dari peserta didik, guru, hingga wali murid. Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap Gebyar Pendidikan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan di Pekuncen, tetapi juga mampu menginspirasi kecamatan-kecamatan lain untuk menghadirkan ruang kolaborasi nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Banyumas.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Inggris dan Mimpi yang Tak Pernah Padam

Selanjutnya

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Cara Nobar Piala Dunia 2026 Legal Tanpa Ribet! Ini Syarat & Langkah Daftar via Bola Gembira

Cara Nobar Piala Dunia 2026 Legal Tanpa Ribet! Ini Syarat & Langkah Daftar via Bola Gembira

Kamis, 18 Juni 2026

SPMB 2026 SMA N 1 Purwokerto Digarap Digital, Sekolah Tak Bisa Intervensi Data

SPMB 2026 SMA N 1 Purwokerto Digarap Digital, Sekolah Tak Bisa Intervensi Data

Kamis, 18 Juni 2026

Dari 72 Aduan Travel Umrah, Kemenhaj Baru Tuntaskan 26 Persen Kasus

Dari 72 Aduan Travel Umrah, Kemenhaj Baru Tuntaskan 26 Persen Kasus

Kamis, 18 Juni 2026

Selanjutnya
Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Balai Desa Klapagading Kulon Sempat Disegel Warga, Pemkab Banyumas Telusuri Dalang di Balik Spanduk Penolakan Perdamaian

Sumitronomics, Negara Pancasila, Pasar, dan Sebuah Keyakinan (1)

Ki Hajar Dewantara dan Revolusi Pendidikan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com