INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ketua Peradi SAI Purwokerto: OJK Purwokerto Lemah Pengawasan Perbankan

Rekonstruksi Ungkap Modus Pemerasan Berkedok Polisi di Banyumas

H. Djoko Susanto SH

Kamis, 28 Mei 2026

PURWOKERTO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, S.H., menyoroti lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di wilayah Purwokerto, menyusul munculnya sejumlah kasus perbankan yang merugikan warga.

Menurut Djoko, setidaknya terdapat tiga korban yang telah melapor ke klinik hukum Peradi SAI Purwokerto terkait dugaan tindakan oknum pegawai Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto. Dari jumlah tersebut, dua laporan resmi diterima oleh pihaknya, Kamis (28/5/2026) hari ini.

“Otoritas Jasa Keuangan, baik pimpinan pusat maupun yang ada di Purwokerto, ini menunjukkan lemahnya pengawasan perbankan. Khususnya OJK Purwokerto, ini tindakan yang sangat mengurangi kapasitas dan kredibilitas dunia perbankan,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Ia menyayangkan kejadian tersebut melibatkan bank besar seperti Mandiri Taspen. Para korban diketahui merupakan nasabah yang berniat menyimpan uang untuk mendapatkan hasil atau keuntungan, namun kenyataannya saldo mereka justru kosong.

“Mandiri Taspen loh, ini Mandiri Taspen. Orang-orang ini rata-rata ingin memberikan simpanan uang, harapannya mendapatkan hasil, namun nyatanya kosong,” tegasnya.

Djoko mengkritik keras kinerja OJK Purwokerto yang dinilainya lemah dalam mengawasi jalannya operasional perbankan. Ia pun mengimbau sejumlah pihak untuk segera mengambil alih penanganan kasus ini.

“Pertama, saya imbau kepada Direktur Utama Danantara Indonesia sebagai penanggung jawab dunia perbankan agar ambil alih permasalahan ini. Jangan sampai korban berikutnya bermunculan,” katanya.

Ia juga meminta perhatian serius dari pimpinan OJK pusat maupun OJK Purwokerto untuk mengevaluasi sistem pengawasan di daerah tersebut.

“Kepada Direktur Utama Danantara, juga pimpinan Otoritas Jasa Keuangan pusat, kemudian juga OJK Purwokerto. Saya mengkritik habis, OJK Purwokerto lemah dalam pengawasan dunia perbankan. Buktinya sudah ada tiga korban yang datang ke klinik hukum,” pungkas Djoko.

Indiebanyumas.com telah berupaya mengonfirmasi hal ini ke OJK Purwokerto melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diunggah, pihak OJK belum memberikan respons. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka sesuai kode etik jurnalistik.

Penulis : Alri Johan
Editor: Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Oknum Bank Mandiri Taspen Purwokerto Diduga Lakukan Investasi Bodong, Dua Korban Rugi Rp350 Juta

Selanjutnya

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Kamis, 28 Mei 2026

Rekonstruksi Ungkap Modus Pemerasan Berkedok Polisi di Banyumas

Ketua Peradi SAI Purwokerto: OJK Purwokerto Lemah Pengawasan Perbankan

Kamis, 28 Mei 2026

Oknum Bank Mandiri Taspen Purwokerto Diduga Lakukan Investasi Bodong, Dua Korban Rugi Rp350 Juta

Oknum Bank Mandiri Taspen Purwokerto Diduga Lakukan Investasi Bodong, Dua Korban Rugi Rp350 Juta

Kamis, 28 Mei 2026

Selanjutnya
Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com