PURWOKERTO– Momentum Idul Adha 1447 H di Lapas Kelas IIA Purwokerto tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga wadah pembinaan spiritual bagi warga binaan. Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid At-Taubah berlangsung khidmat, diikuti jajaran petugas dan warga binaan sebagai bentuk kebersamaan dalam memperkuat nilai keimanan.
Kepala Lapas Purwokerto, Aliandra Harahap, yang menyampaikan khutbah, menekankan pentingnya menjadikan Idul Adha sebagai sarana muhasabah dan perbaikan diri. Ia mengajak jamaah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta menjadikan nilai pengorbanan sebagai dorongan untuk memperbaiki perilaku sehari-hari.
“Idul Adha bukan sekadar ritual kurban, tetapi momentum memperkuat komitmen spiritual. Nilai pengorbanan harus menjadi inspirasi agar kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Aliandra.
Pelaksanaan ibadah ini juga menjadi bagian dari program pembinaan di Lapas Purwokerto, yang menekankan keseimbangan antara aspek keagamaan dan reintegrasi sosial.
Melalui kegiatan keagamaan, diharapkan warga binaan dapat memperkuat ukhuwah, menumbuhkan keikhlasan, serta membangun motivasi untuk menjalani hidup lebih tertib dan bermakna setelah bebas nanti.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra






