INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Harga Sembako Fluktuatif, Mahasiswa Perantau: Masak Sendiri dan Kurangi Jajan Jadi Jurus Andalan

Harga Sembako Fluktuatif, Mahasiswa Perantau: Masak Sendiri dan Kurangi Jajan Jadi Jurus Andalan

Harga bahan pokok yang berfluktuasi dalam beberapa hari terakhir membuat mahasiswa perantauan harus berhemat dengan lebih sering memasak sendiri. (Foto : Puti Najma Aulia)

Senin, 4 Mei 2026

PURWOKERTO – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Wage, Purwokerto, terus berfluktuasi dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen, termasuk mahasiswa perantau yang harus mengatur pengeluaran bulanan secara mandiri.

Berdasarkan pantauan, harga beras saat ini bertahan di kisaran Rp15.000 per kilogram. Telur dibanderol Rp25.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan signifikan. Sementara itu, minyak goreng dijual seharga Rp23.000–Rp24.000 per liter.

Gula pasir tercatat naik dari Rp16.000 menjadi Rp16.500 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang merah relatif stabil dan bawang putih justru menunjukkan tren penurunan. Adapun harga ayam meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Harganya tidak menentu. Kalau sekarang relatifnya lagi naik terus,” ujar seorang pedagang ayam di Pasar Wage yang namanya engggan disebutkan, Senin (4/5/2026).

Mahasiswa Merasakan Tekanan Pengeluaran

Fluktuasi harga tersebut turut berdampak pada mahasiswa yang tinggal di perantauan. Ghefira, seorang mahasiswi kos di Purwokerto, mengaku perubahan harga cukup terasa, terutama pada kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng.

“Sebagai anak kos yang sudah dijatah bulanan, tentu sangat terasa. Harganya lebih mahal dari sebelumnya,” tuturnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Ghefira mengaku lebih sering memasak daripada membeli makanan jadi. Ia juga membuat daftar belanja agar tidak impulsif serta memprioritaskan kebutuhan utama. Keuntungan lain, jarak rumahnya yang dekat dengan orang tua memudahkannya mengambil stok bahan pokok saat persediaan di kos menipis.

Selepas Belanja dan Kurangi Jajan

Kartika, mahasiswi lainnya, menilai bahwa harga yang tidak menentu cukup berpengaruh terhadap pengeluaran bulanannya. “Pengeluaran jadi lebih besar,” jelasnya.

Ia mengaku mulai lebih selektif saat berbelanja. Kartika mengurangi pengeluaran kecil seperti camilan dan minuman di luar. Ia juga mulai membatasi pemakaian bahan tertentu seperti cabai yang harganya kerap melonjak.

“Awalnya memang sulit, tetapi lama-lama jadi terbiasa. Hidup hemat penting supaya kebutuhan bulanan tetap terpenuhi,” tambahnya.

Strategi sederhana seperti memasak sendiri, disiplin berbelanja, dan menekan pengeluaran nonprioritas menjadi kunci bagi mahasiswa perantau untuk tetap bertahan di tengah dinamika harga bahan pokok. (Putri Najma Aulia A.)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Banyumas Manfaatkan ‘Diplomasi Kultural’ ke Presiden Prabowo

Selanjutnya

Bupati Banyumas Luncurkan Aplikasi “Slamet”, Gantikan SIMPEG yang Tak Lagi Memadai

POPULER BULAN INI

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Bupati Banyumas Lantik 77 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Pola Kerja Stagnan

Bupati Banyumas Lantik 77 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Pola Kerja Stagnan

Senin, 4 Mei 2026

Sinergi Pemkab Banyumas dan Lapas Purwokerto, Bupati Dukung Pembinaan Warga Binaan Lewat MoU & Bansos

Sinergi Pemkab Banyumas dan Lapas Purwokerto, Bupati Dukung Pembinaan Warga Binaan Lewat MoU & Bansos

Senin, 4 Mei 2026

Semarak Waisak 2570 BE: Buddhist Champ Hadirkan Kompetisi Edukatif bagi Generasi Muda Buddhis di Makassar

Semarak Waisak 2570 BE: Buddhist Champ Hadirkan Kompetisi Edukatif bagi Generasi Muda Buddhis di Makassar

Senin, 4 Mei 2026

Selanjutnya
Bupati Banyumas Luncurkan Aplikasi “Slamet”, Gantikan SIMPEG yang Tak Lagi Memadai

Bupati Banyumas Luncurkan Aplikasi "Slamet", Gantikan SIMPEG yang Tak Lagi Memadai

516 Mahasiswa FIKES UMP Ikuti Ucap Janji, Siap Terjun ke Praktik Kesehatan

516 Mahasiswa FIKES UMP Ikuti Ucap Janji, Siap Terjun ke Praktik Kesehatan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com