MAKASSAR – Perayaan Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Kota Makassar dimeriahkan dengan pelaksanaan Buddhist Champ, sebuah ajang kompetisi edukatif bagi generasi muda Buddhis. Kegiatan ini digelar di SMB Vihara Girinaga, Minggu (3/5/2026).
Buddhist Champ menjadi wadah pembinaan karakter, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai Dhamma melalui pendekatan yang kompetitif dan inspiratif.
Kegiatan mengusung tema “Jadilah Pemenang di Bulan Kemenangan”. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Vesakha Sananda 2570 BE yang digelar selama tiga pekan, yakni pada 3, 10, dan 17 Mei 2026, bertempat di lantai 5 dan 6 Vihara Girinaga.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, turut hadir mendampingi pelaksanaan kegiatan. Kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda Buddhis melalui kegiatan keagamaan yang edukatif dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti Buddhist Champ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai sportivitas, disiplin, rasa percaya diri, serta penghayatan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sumarjo.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membentuk generasi Buddhis yang berkualitas dan berkarakter.
90 Peserta Meriahkan Pelaksanaan Perdana
Pada pelaksanaan perdana, Buddhist Champ diikuti oleh 74 peserta lomba mewarnai dari kategori Playgroup, TK, hingga SD kelas 1–2. Selain itu, lomba Dhammadesana tingkat SD, SMP, dan SMA diikuti oleh 16 peserta. Total peserta yang mengikuti kompetisi ini mencapai 90 orang.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Vihara Girinaga, Roy Ruslim. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan ruang pengembangan bagi generasi muda Buddhis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak dan remaja Buddhis memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, keberanian, serta mental juang,” ungkapnya.
Roy menambahkan bahwa menjadi pemenang tidak hanya tentang meraih juara.
“Menjadi pemenang juga tentang mampu mengalahkan diri sendiri, terus belajar, dan bertumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” tegasnya.
Melalui Buddhist Champ, para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi secara sehat, tetapi juga semakin termotivasi untuk terus belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi diri dalam semangat Buddha Dhamma. (Angga Saputra)









