INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Polisi Periksa Pelapor & Sejumlah Saksi Maraton, Kasus ‘Sultan Nusantara’ Terus Didalami

Polisi Periksa Pelapor & Sejumlah Saksi Maraton, Kasus ‘Sultan Nusantara’ Terus Didalami

Gedung Satreskrim Polresta Banyumas, tempat penyidik menggelar pemeriksaan perdana terhadap pelapor dan saksi dalam kasus pria pengaku "Sultan Nusantara". Polisi masih mendalami unsur penipuan dan penistaan agama serta menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan. (istimewa)

Selasa, 28 April 2026

FOKUS UTAMA– Penyidik Satreskrim Polresta Banyumas menggelar pemeriksaan maraton terhadap pelapor dan sejumlah saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penistaan agama yang dilakukan oleh pria pengaku “Sultan Nusantara Indonesia”. Pemeriksaan pertama berlangsung pada Senin (27/4/2026) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, membenarkan adanya dua laporan resmi yang kini masuk tahap penyelidikan.

“Benar, ada laporan dugaan penipuan. Ada dua laporan yang kami terima, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ardi, Selasa (28/4/2026).

Kronologi & Kerugian Korban Diperiksa 3 Jam

Kuasa hukum pelapor dari DPC Peradi SAI Purwokerto, Eko Prihatin, SH, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kliennya berlangsung lancar selama kurang lebih tiga jam di Unit Reskrim 1 Polresta Banyumas.

“Penyidik menanyakan kronologi, modus, serta nilai kerugian,” jelas Eko.

Dalam pemeriksaan awal, pelapor hadir bersama dua orang saksi. Dua saksi tambahan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan pada hari ini, Selasa (28/4/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban Aditio: Ada Doktrin Melawan Orang Tua

Salah satu pelapor, Aditio, mengaku mulai mengikuti majelis yang dipimpin terlapor sejak 13 September 2025. Awalnya ia tertarik karena pemimpin kelompok dinilai santun dan menghormati tamu. Namun, seiring waktu, ia menemukan kejanggalan dalam ajaran yang disampaikan.

“Bahkan ada doktrin yang membolehkan melawan orang tua jika dianggap murtad,” ungkap Aditio.

Kerugian yang dialami Aditio mencapai sekitar Rp51 juta. Uang tersebut disetorkan secara bertahap dengan dalih sedekah, royalti, hingga “pembersihan” harta karena hasil kebunnya disebut tidak halal. Ia juga sempat dijanjikan keberangkatan umrah untuk anak-anaknya.

Korban Lain: Adik Meninggal Usai Tinggalkan Pengobatan Medis

Korban lainnya, Rengga Adi (42), warga Ledug, mengaku telah mengenal sosok tersebut sejak 2017. Awalnya, terlapor dikenal membuka praktik pengobatan alternatif bekam pascapandemi COVID-19.

“Dia mengaku sebagai keturunan Sultan Hamid Al Qadri dari Pontianak,” ujar Rengga.

Masalah serius muncul ketika adik Rengga yang mengidap kanker dibujuk meninggalkan pengobatan medis dan beralih ke terapi bekam yang diklaim sebagai sunah. Alih-alih membaik, kondisi sang adik justru memburuk hingga meninggal dunia.

“Bukannya membaik, malah tambah parah sampai akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Pada Februari 2025, adiknya juga diminta menyerahkan ATM dan buku tabungan dengan alasan “pembersihan harta” yang katanya akan disumbangkan ke yayasan tidak jelas. Total kerugian keluarga Rengga ditaksir mencapai Rp470 juta.

Polisi Imbau Korban Lain Segera Lapor

Hingga saat ini, Satreskrim Polresta Banyumas masih terus mendalami unsur pidana dalam kasus tersebut, termasuk dugaan penipuan dan penistaan agama. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor guna memperkuat proses penyelidikan yang tengah berjalan. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Presiden Prabowo Targetkan TPST BLE Banyumas Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah

Selanjutnya

Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

TERBARU

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Selasa, 28 April 2026

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

Selasa, 28 April 2026

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Selasa, 28 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa

Horizon Ekonomi Soemitro: Keadilan Sebagai Tujuan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com