INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Horizon Ekonomi Soemitro: Keadilan Sebagai Tujuan

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa
Selasa, 28 April 2026

Mikhail Adam
(Peneliti Ekopol di Nusantara Centre)

Ini bagian terakhir dari dua tulisan yang bersambung. Tulisan tentang rangkuman diskusi ahli bertema soemitronomics dan relevansinya di republik. Kegiatan di kota Depok yang dihadiri 15 ekonom terkemuka dan berdasar pada buku terbitan lembaga Nusantara Centre berjudul “Soemitro Anti Penjajahan.”

Apa yang paling menarik? Adalah yang defisit hari ini. Yaitu industrialisasi sebagai jalan transformasi. Metoda yang dapat membuat jarak ketertinggalan bisa dipangkas. Cara yang elegan menaikkan posisi peradaban nusantara.

Dalam keseluruhan arsitektur pemikiran Soemitro Djojohadikusumo, industrialisasi tidak pernah berdiri sebagai tujuan akhir. Ia adalah instrumenm, sebuah jalan historis yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu yang lebih dalam: keadilan ekonomi.

Sumitro memahami bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menghasilkan keadilan. Tanpa kebijakan yang tepat, ia justru dapat memperdalam ketimpangan. Karenanya, industrialisasi harus dirancang dengan kesadaran sosial. Ia harus inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Horizon pemikiran Sumitro mencakup keadilan struktural yang bermakna mengubah posisi ekonomi dalam struktur industri global, distribusi kesejahteraan yang merata, dan meningkatkan kapabilitas untuk menciptakan mobilitas sosial.

Di sinilah letak perbedaan mendasar antara industrialisasi ala Sumitro dan industrialisasi dalam paradigma kapitalisme maupun liberalisme. Kapitalisme berorientasi pada akumulasi modal. Lebih jauh lagi, dalam pemikiran ekonomi politik kontemporer yang ditawarkan Jason W. Moore kapitalisme bekerja untuk mengakumulasi kekuasan. Sementara dalam semesta pemikiran Sumitro berorientasi pada distribusi yang bermartabat, kedaulatan, dan keadilan sosial.

Gema pemikiran, Sumitro kita temukan dalam semangat Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengusung ‘No One Left Behind’ (Tiada satupun yang tertinggal).

Sumitronomics jika ditafsir ulang ia bukan dogma, melainkan kompas. Dan kompas itu menunjukkan arah pada: kedaulatan dan keadilan sebagai tujuan industrialisasi.

Sumitro dan Imajinasi yang Belum Selesai

Berbeda dari banyak model industrialisasi yang menekankan pertumbuhan, Sumitro menempatkan keadilan sebagai tujuan. Baginya, Industrialisasi harus mengurangi ketimpangan, meningkatkan mobilitas sosial, dan memperluas akses ekonomi.

Dalam hal ini, pemikirannya beririsan dengan konsep welfare state dan teori redistribusi modern. Ia memahami bahwa pertumbuhan tanpa distribusi hanya akan menciptakan ketegangan sosial.

Industrialisasi ala Sumitro bukanlah blueprint yang kaku. Ia adalah kerangka berpikir. Sebuah cara melihat hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat.

Ia mengajarkan bahwa Negara memberikan orientasi, pasar diarahkan, dan keadilan menjadi tujuan utama.

Di tengah dunia yang berubah cepat, gagasan ini terasa semakin penting. Sebab tanpa arah, industrialisasi hanyalah proses mekanis.

Dengan arah, ia menjadi proyek peradaban. Dan dalam imajinasi Sumitro, Indonesia tumbuh menjadi negara industri modern yang berkeadilan. Di mana negara dan masyarakat sipil sama-sama kuat sekaligus bergotong royong membangun peradaban Indonesia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

Selanjutnya

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

TERBARU

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Selasa, 28 April 2026

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa

Horizon Ekonomi Soemitro: Keadilan Sebagai Tujuan

Selasa, 28 April 2026

Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

Erik: Kedatangan Presiden Prabowo ke Banyumas Jadi Motivasi dan Bukti Negara Hadir

Selasa, 28 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com