BANYUMAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan April 2026. Imbauan ini menyusul laporan adanya sejumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung (ponumbang) dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menyampaikan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
“Hari ini tadi hujannya agak deras dicampur sedikit ada angin. Makanya ada beberapa titik kemarin yang sudah melaporkan adanya ponumbang yang menimpa rumah,” ujar Dwi, saat memberikan keterangannya kepada wartawan, Sabtu malam (28/3/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terjadi hingga memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
“Kita masih di titik cuaca ekstrem yang biasanya hujan disertai angin kencang. Ini diperkirakan masih sampai dengan pertengahan bulan April,” jelasnya.
Dwi juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi berbeda karena dipengaruhi oleh fenomena kemarau El Nino. Ia meminta kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan oleh pihaknya, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Sekali lagi, saya mohon untuk kita semuanya agar kesiapsiagaan, kewaspadaan kita tingkatkan. Mulai dari diri kita sendiri, keluarga, lingkungan, baik itu lingkungan di rumah maupun lingkungan kerja,” pesannya.
BPBD Banyumas pun mengimbau warga untuk segera melaporkan jika terjadi kejadian serupa di lingkungan masing-masing guna penanganan lebih lanjut.
Diberikan sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan sedang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas pada Sabtu (28/3/2026) sore ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat setidaknya dua titik kejadian pohon tumbang yang berdampak pada infrastruktur publik dan pemukiman warga. (Angga Saputra)







