INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Harga Cabai Rawit Merah Melejit, Pedagang Makanan di Purwokerto Menjerit

Senin, 15 Maret 2021
Shandi Yanuar | 14 Mar 2021, 12:47

Harga cabai rawit benar-benar melejit. Dari penuturan pedagang di Pasar Manis Purwokerto, harga cabai rawit merah per kilogram mencapai Rp 120 ribu. Pedagang makanan yang membutuhkan cabai rawit pun menjerit.

“Waktu itu sempat turun Rp 90 per kilogramnya, sekarang naik lagi sampai Rp 120 ribu per kilogramnya,” kata dia Minggu (14/3).

Yuli menambahkan, bahwa kenaikan tersebut sudah terjadi pada saat dirinya membeli dari tengkulak. Namun, untuk kepastian mengapa harga cabai rawit meninggi dirinya tidak mengetahuinya secara pasti.

“Informasi dari tengkulak, katanya faktor cuaca, beberapa hari ini kan hujan terus,” ujarnya.

Sementara itu menurut pemilik warung makan Si Panci Baturraden, Saladin Ayyubi sempat terkejut dengan harga cabai rawit merah yang begitu tinggi. Mengingat cabai rawit merah bahan pokok dalam makanannya, ia pun tetap membeli, meski harga tinggi.

“Palingan, saya mengurangi cabai rawitnya, semisalnya membuat sambal, ya cabai rawitnya saya kurangi,” kata dia.

Saladin berharap kepada pemerintah, agar lebih memperhatikan kesetabilan harga di pasaran. Terlebih di masa Pandemi Covid-19.

“Sekarang konsumen tidak seperti dulu (sebelum pandemi, red) malah harga bahan makanan semakin meninggi. Tentunya kami sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa menyetabilkan harga,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan oleh Mulyana, pedagang ketoprak, gado-gado, dan rujak. Dia mengaku akan berusaha memberikan pengertian kepada konsumen, terutama mereka yang menyukai pedas untuk menambah uang ekstra jika ingin kepedasannya lebih.

“Jadi nanti kalau mau pedas ya ada tambahannya lagi. Karena memang harganya lagi tinggi banget, kalau kami seperti harga semula keuntungannya kecil sekali,” kata dia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Rekrutmen ASN dan meningkatnya layanan publik

Selanjutnya

Menilik Kecanggihan RDF Cilacap, Target Olah 200 Ton Sampah jadi Bahan Bakar per Hari

TERBARU

Sidang Kasus Penggelapan di Purwokerto Mengarah ke Restorative Justice, Terdakwa Sanggup Kembalikan Rp140 Juta

Sidang Kasus Penggelapan di Purwokerto Mengarah ke Restorative Justice, Terdakwa Sanggup Kembalikan Rp140 Juta

Senin, 20 April 2026

Pembinaan di Lapas Purwokerto Dievaluasi, Petugas Diminta Tingkatkan Integritas

Pembinaan di Lapas Purwokerto Dievaluasi, Petugas Diminta Tingkatkan Integritas

Senin, 20 April 2026

Lapas Purwokerto Deklarasikan Zero Narkoba dan HP Ilegal, Libatkan TNI-Polri hingga BNN

Lapas Purwokerto Deklarasikan Zero Narkoba dan HP Ilegal, Libatkan TNI-Polri hingga BNN

Senin, 20 April 2026

POPULER BULAN INI

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Selanjutnya

Menilik Kecanggihan RDF Cilacap, Target Olah 200 Ton Sampah jadi Bahan Bakar per Hari

Kisah Pohon Tembaga di Balik Sejarah Cikal Bakal Banyumas

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com