Purwokerto – Menurunnya pengguna transportasi angkutan umum di Banyumas, mendorong berbagai pihak ikut memberi usulan . Terlebih Pemkab Banyumas melakukan rencana kebijakan program perubahan Trayek atau jalur bagi angkutan desa maupun kota di Kabupaten Banyumas.Kepada RRI Rabu (25/8/2021) Supir Angkutan umum Aman Witopo (50) warga Bobosan, Purwokerto Utara mengatakan, untuk sekarang di masa pandemi itu belum bisa ditentukan, dalam artian semua jalur itu tetap ia lewati tergantung kemana penumpang ingin turun.
” Misalnya dari pangkalan dan tujuan jalur yang di lewati itu berbeda, jadi kalau ada penumpang yang ingin turun tidak sesuai trayek atau jalur nya tetap di antar sebab pandemi saat ini pengguna angkutan umum menurun. Dalam sehari paling cuma Rp 100 ribu, untuk bensin kurang lebih Rp 50 ribu belum lagi untuk uang roko.” Ungkap Aman Witopo.
Terpisah, Khotib imam Wahyudi (35) warga Cilongok menegaskan, dengan adanya rencana perubahan trayek atau jalur angkutan umum ini membuat para pengguna angkutan kembali terpacu dalam menggunakan jasa angkutan umum tersebut.
“ Dengan perubahan trayek tersebut jangkauan jalurnya di perluas, dengan begitu angkutan umum bisa mendapat penumpang lebih ramai dari biasanya dan memudahkan penumpang juga dalam berpergian. Pasalnya kadang ada yang harus menaiki angkutan umum dua kali untuk sampai tujuan. Dengan perubahan adanya trayek tersebut bisa di bilang lebih sangat efektif bagi pengguna angkutan umum.” Tutur Kotib Imam Wahyudi.
Kepada RRI, sejumlah warga pengguna angkutan umum juga menyatakan setuju dengan adanya perubahan trayek atau jalur. Namun juga perlu di sosialiasaikan terlebih dahulu kepada masyarakat, khususnya para pengguna angkutan umum dan juga pemerintah harus bisa mengembalikan minat masyrakat untuk menggunakan jasa angkutan umum. (Ridho/IND)






