PURWOKERTO – Setelah tujuh tahun tertutup, area rumput Alun-alun Purwokerto kini kembali boleh diduduki warga. Kebijakan yang mulai berlaku Sabtu (18/4/2026) ini disambut antusias oleh pengunjung dan berdampak positif bagi omzet pedagang sekitar.
Salah satu pengunjung, Nanda, mengaku senang karena kini memiliki ruang lebih luas untuk bersantai. Selama ini warga hanya bisa duduk di area pinggir keramik yang kerap penuh, terutama akhir pekan.
“Sekarang lebih enak, nggak harus berdesakan di pinggir. Bisa duduk santai di rumput juga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Meski ada aturan larangan membawa tikar, Nanda menilai kebijakan itu wajar dan justru membantu menjaga rumput.
“Kalau semua orang bawa tikar, pasti cepat rusak. Selama masih bisa duduk langsung, menurutku nggak masalah,” tambahnya.
Namun ia berharap pemerintah menambah tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Pedagang Mulai Rasakan Lonjakan Pembeli
Dampak positif juga dirasakan para pedagang di sekitar alun-alun. Sarno, penjual es jeruk, mengaku omzetnya meningkat drastis sejak area rumput dibuka.
“Ya lebih ramai, dibanding kemarin-kemarin. Soalnya orang pada duduk, terus beli minum,” ujarnya.
Menurutnya, pengunjung yang bisa duduk santai cenderung lebih lama berada di lokasi, terutama pada sore hingga malam hari.
“Dampak terasa, sekarang lebih banyak yang beli. Apalagi sore sama malam,” tambahnya.
Ia berharap kondisi ini terus berlanjut. “Ya semoga tetap kayak gini agar ramai terus,” katanya.
Aturan Tetap Berlaku: Boleh Duduk, Dilarang Pakai Tikar
Pemerintah Kabupaten Banyumas membuka area rumput sebagai respons atas aspirasi warga yang ingin ruang publik lebih luas. Namun, sejumlah aturan tetap diberlakukan:
· Dilarang membawa atau menggelar tikar di area rumput
· Pedagang tidak boleh masuk ke area dalam alun-alun
· Pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak rumput
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menyatakan bahwa aturan ini untuk menjaga kualitas ruang terbuka hijau. Pemerintah juga sudah berembug dengan pedagang, dan mereka setuju tidak berjualan di area rumput.
“Justru dengan dibukanya akses bagi warga, omzet pedagang di area luar akan meningkat karena volume pengunjung bertambah,” kata Sugiri optimistis.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil bedasarkan aspirasi masyarakat yang ingin menikmati alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman.
“Ini juga karena aspirasi masyarakat. Mulai Sabtu kemarin, area rumput Alun-alun sudah bisa diakses,” ujar Sadewo, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, selama ini area berlantai keramik sangat terbatas. Pengunjung kerap kebingungan mencari tempat duduk. Dengan dibukanya area rumput, ruang untuk bersantai menjadi lebih lega.
“Tapi ada tapinya. Harus mau bersama-sama menjaga keasrian dan kebersihan. Baik pengunjung maupun pedagang,” tegasnya. (Hanantyo Bhagawat Adiya)








