INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Warga Kutawaru Keluhkan Air Berubah Hitam

Senin, 14 Juni 2021

Cilacap – Warga Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah yang lokasinya di seberang Kilang Pertamina RU IV, mengeluhkan kualitas air yang kotor pasca kebakaran di area tangki nomor 39 RFCC Pertamina RU IV Cilacap.

Ernawati (30), warga RT 03/01 Kelurahan Kutawaru mengatakan, setelah terjadi kebakaran pada Jumat (11/6) malam pukul 19.45, satu jam kemudian air di wilayahnya diketahui sudah kotor.

“Setelah petir (kebakaran) malamnya pukul 21.00 keluar semua, air hitam semua, seperti air got, hujan deras juga sih,” kata dia, Minggu (13/6).

Air kotor masih terjadi sampai kemarin, meski warga sudah menguras habis air kotor yang ada di sumurnya
“Ini kurang bening, biasanya bening banget (airnya),” tandasnya.

Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono menyampaikan, air yang mendadak hitam kemungkinan berasal dari abu asap kebakaran.

“Ya itu kan abu hangus. Rekan-rekan RU IV sudah terjun ke Kutawaru, dan memberi bantuan,” katanya.

Begitu juga dengan kandungan paraxylene yang berada di lokasi kebakaran di pertangkian area nomor 39 yang diduga beracun dan berbahaya, dia tegaskan, paraxylene yang dimaksud hampir sama seperti Pertamax. Paraxylene menurut dia berisi intermedia sebelum menjadi bahan petrokimia.

“Ini bisa dilihat baju kami kotor, kita juga fighting di sana bersama rekan rekan dan tidak ada masalah. Jadi tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya masih akan melakukan investigasi soal penyebab kebakaran yang terjadi pada area pertangkian nomor 39 RFCC Pertamina RU IV. Untuk saat ini, pihaknya masih akan fokus pemadaman dan pendinginan area yang terbakar terlebih dahulu.

“Terkait investigasi kita belum bisa sampaikan, karena ini masih berlangsung yah. Kita fokus pemadaman dulu, yang penting api padam dulu, tidak ke mana-mana,” pungkasnya. (nas)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Tracing Diperketat, Covid-19 di Banyumas Kembali Melandai

Selanjutnya

Alokasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Purbalingga Capai Rp 49 Miliar

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

PDI-P Berikan Sanksi kepada 27 Kader pada 17 Desember Mendatang

Surat Komitmen RUU Perampasan Aset Diteken 4 Wakil Ketua DPR tanpa Puan, Hasto Angkat Bicara

Jumat, 28 Agustus 2026

Kebakaran Rumah di Sokawera Cilongok, Api Berasal dari Bakaran Sampah

Kebakaran Rumah di Sokawera Cilongok, Api Berasal dari Bakaran Sampah

Jumat, 28 Agustus 2026

Tiga Poin Krusial Disepakati, Banyumas Matangkan Raperda Pilkades 2027

Tiga Poin Krusial Disepakati, Banyumas Matangkan Raperda Pilkades 2027

Jumat, 28 Agustus 2026

Selanjutnya

Alokasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Purbalingga Capai Rp 49 Miliar

Rambu Evakuasi Tsunami di Cilacap Masih Minim

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com