PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Kini, giliran perempuan muda Muhammadiyah di Brebes yang mendapat sentuhan program kewirausahaan hijau.
UMP menggandeng Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Program ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 di SMA Muhammadiyah Bumiayu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang didanai hibah RisetMu 2026. Targetnya: melahirkan green entrepreneur dari kalangan perempuan muda dengan memanfaatkan potensi lokal secara ramah lingkungan.
Tak Cuma Bikin Pupuk, Peserta Juga Dibekali Manajemen Keuangan
Ketua tim pelaksana, Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P., menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan produksi pupuk. Peserta mendapat pembekalan lengkap, mulai dari akuntansi sederhana, teknik pengemasan, hingga pemasaran digital.
“Kami ingin membekali peserta dengan keterampilan lengkap. Mulai dari pembuatan POC, pengelolaan keuangan berbasis akuntansi sederhana, hingga teknik pengemasan dan pemasaran digital. Harapannya, mereka mampu mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan,” ujar Anis saat ditemui di Purwokerto, Kamis (30/4).
Metode yang digunakan adalah experiential learning. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi langsung praktik membuat pupuk organik cair. Cara ini dinilai ampuh membangun pemahaman sekaligus kepercayaan diri untuk memulai usaha.
PCNA Bumiayu Apresiasi Program: Bisa Jadi Sumber Pendapatan Baru
Ketua PCNA Bumiayu, Eri Yuni Astuti, S.Pd., mengaku bersyukur dan mengapresiasi inisiatif UMP. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi kader perempuan muda di wilayahnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Harapannya, kader PCNA Bumiayu dapat mengembangkan usaha kreatif berbasis POC sebagai sumber pendapatan baru,” ungkap Eri.
Ia menambahkan, program ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan lokal.
Potensi Replikasi: Solusi Pupuk Lokal yang Ramah Lingkungan
Produk POC yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menawarkan solusi bagi kebutuhan pertanian lokal. Program ini sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Model pelatihan berbasis komunitas seperti ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain. UMP berharap gerakan ini tidak berhenti di Bumiayu, tetapi bisa meluas menjadi ekosistem wirausaha muda yang mandiri dan peduli lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan peduli lingkungan,” tambah Dr. Anis.
Melalui program ini, UMP menegaskan perannya tidak hanya di kampus, tetapi juga dalam mendorong lahirnya generasi wirausaha yang adaptif, inovatif, dan berwawasan lingkungan. (Alri Johan)








