PEKALONGAN – Kontingen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menorehkan prestasi. Fara Dian Iswondo berhasil meraih Juara II Cabang Olahraga Karate kategori Kata Perorangan Putri pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSI) JAWARA II 2026.
Pertandingan yang digelar di Lapangan Badminton Lantai 1 Fakultas Syariah (Fasya) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jumat (11/9/2026), berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Ajang ini mempertemukan para karateka perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura.
Para peserta tampil menunjukkan kemampuan teknik, ketepatan gerakan, serta konsentrasi tinggi saat memperagakan jurus di hadapan tim wasit dan juri.
Pada kategori Kata Perorangan Putri, Juara I diraih Aprilia Cikal Yudhistira dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fara Dian Iswondo dari UIN Saizu menempati Juara II, sementara Juara III Bersama diraih Imey Putri Syahbani dari UIN Madura dan Dina Syalla Rizkiana dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Fara merupakan mahasiswi Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto semester 7. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan bertanding sekaligus membawa nama kampus di ajang tingkat PTKIN tersebut.
“Bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk bertanding dan membawa nama kampus. Terima kasih kepada kampus yang sudah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada saya. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik selama pertandingan,” ujar Fara.
Meski demikian, pertandingan tidak berjalan tanpa tekanan. Fara mengaku sempat merasa gugup menjelang dan saat pertandingan dimulai. Namun, ia berusaha mengelola perasaan itu agar tetap tenang dan fokus selama tampil.
“Selama pertandingan, saya merasa cukup deg-degan, terutama sebelum dan saat pertandingan dimulai. Namun, saya berusaha untuk tetap tenang, nyaman, dan menjaga kondisi agar tetap stabil sehingga bisa fokus pada pertandingan,” ungkapnya.
Prestasi tersebut tak lepas dari persiapan yang dijalani Fara selama kurang lebih satu bulan. Persiapan itu harus dilakukannya bersamaan dengan aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga ia dituntut mampu membagi waktu antara latihan dan kegiatan pengabdian di masyarakat.
Selama KKN, Fara memanfaatkan waktu luang untuk tetap berlatih. Setelah kegiatan KKN selesai, ia menyusun jadwal latihan yang lebih terstruktur agar persiapan menuju pertandingan berjalan maksimal.
“Tantangan yang saya rasakan selama persiapan adalah membagi waktu karena jadwal latihan cukup bertabrakan dengan kegiatan KKN. Untuk mengatasinya, selama KKN saya memanfaatkan waktu luang untuk tetap berlatih,” jelasnya.
Selain latihan fisik dan teknik, Fara juga menjaga kondisi tubuh dengan memperhatikan pola makan. Menjelang pertandingan, ia menghindari makanan pedas dan minuman es agar kondisi tubuh tetap prima.
“Persiapan untuk pertandingan kurang lebih dilakukan selama satu bulan. Selain latihan, saya juga menjaga pola makan dengan menghindari makanan pedas dan minuman es agar kondisi tubuh tetap terjaga menjelang pertandingan,” katanya.
Pertandingan Karate kategori Kata Perorangan PORSI JAWARA II 2026 berlangsung dengan pengawasan tim wasit dan juri profesional berlisensi. Sistem penilaian tersebut memastikan performa setiap atlet dinilai secara objektif sekaligus menjaga keselamatan peserta selama pertandingan.
Capaian Fara menambah deretan prestasi mahasiswa UIN Saizu dalam PORSI JAWARA II 2026. Keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan prestasi di bidang olahraga di tengah kesibukan akademik maupun kegiatan pengabdian, termasuk KKN.
Melalui prestasi tersebut, Fara tidak hanya membawa nama UIN Saizu dalam kompetisi olahraga tingkat PTKIN, tetapi juga menunjukkan pentingnya kedisiplinan dalam mengatur waktu, konsistensi berlatih, serta kemampuan menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








