PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto terus mengokohkan sinergi untuk mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off. Komitmen ini menjadi bukti nyata dalam memberikan akses perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh warga Banyumas melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hingga Juni 2026, jumlah penduduk Banyumas yang terdaftar dalam Program JKN mencapai 1.856.471 jiwa, atau setara dengan 98,96% dari total populasi. Tingkat keaktifan peserta pun tercatat cukup tinggi, yakni 81,88%.
UHC Bukan Sekadar Angka
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, menegaskan bahwa UHC bukan hanya soal cakupan kepesertaan yang luas, tetapi juga memastikan peserta tetap aktif dan bisa mengakses layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
“UHC bukan sekadar tingginya cakupan kepesertaan, tetapi juga memastikan tingkat keaktifan kepesertaan agar masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan dan dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah,” ujar Niken di kantornya, Kamis (09/07).
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi erat antara BPJS Kesehatan, Pemkab Banyumas, fasilitas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Status UHC Non Cut Off yang disandang Kabupaten Banyumas dinilai istimewa, karena setiap penduduk yang didaftarkan oleh Pemda bisa langsung aktif tanpa masa tunggu.
Strategi Jitu Pertahankan UHC
Niken memaparkan, sejumlah strategi terus dioptimalkan guna mempertahankan status UHC, antara lain:
· Pemenuhan kuota peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran).
· Koordinasi intensif dengan Pemda Banyumas terkait rencana pendaftaran anggota keluarga tambahan bagi ASN daerah melalui pemotongan iuran 1% dari penghasilan.
· Optimalisasi Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi) yang melibatkan pemerintah desa dan elemen masyarakat untuk menjangkau penduduk yang belum terdaftar atau kepesertaannya nonaktif.
· Pendorongan pendaftaran pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai peserta JKN, guna memperluas perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.
“Dengan berbagai langkah strategis dan upaya bersama, diharapkan dapat mengurangi beban pembiayaan Pemda Banyumas,” tambah Niken.
Komitmen Pemkab Banyumas
Bupati Banyumas menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto. Menurutnya, mempertahankan UHC sejalan dengan upaya daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami akan terus bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk mempertahankan UHC di Kabupaten Banyumas. Dengan perlindungan JKN yang terus diperkuat, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih mudah menggunakan KTP sesuai prosedur yang berlaku. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Banyumas,” ujar Bupati.
Niken optimistis, dengan sinergi yang solid dan berbagai terobosan yang telah dijalankan, perlindungan kesehatan bagi masyarakat Banyumas akan semakin kuat dan berkelanjutan.
“Sinergi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan UHC. Kami optimistis berbagai strategi yang telah dijalankan akan semakin memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat Banyumas melalui Program JKN,” tutup Niken.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








