PURWOKERTO – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan bersama Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menggelar sosialisasi literasi keuangan dan pengenalan Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030T3 dan ORI030T6, Jumat (10/7/2026).
Bertempat di Aula Unwiku Purwokerto, kegiatan ini menyasar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Tujuannya, meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sekaligus mengenalkan instrumen investasi negara yang aman dan terjangkau.
Rektor Unwiku, Dr. H. Heru Cahyo, M.Si., menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga paham pengelolaan keuangan dan kontribusi pada pembangunan negara.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi materi. Pemateri pertama, Gayeng Primulindo, Analis OJK Purwokerto, mengupas tuntas cara investasi cerdas di era digital. Mulai dari mengenali produk investasi ilegal, memilih instrumen yang tepat, hingga mekanisme pelaporan dan modus penipuan yang kerap merugikan masyarakat.
Sesi kedua menghadirkan Chandra A. S. Wibowo, Analis Keuangan Negara Ahli Madya dari Direktorat Surat Utang Negara. Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan adalah fondasi kesuksesan finansial, terutama bagi milenial dan Gen Z. Dalam pemaparannya, Chandra juga memperkenalkan ORI030T3 dan ORI030T6 yang masih dalam masa penawaran, termasuk keuntungan, risiko, simulasi kupon, hingga transaksi di pasar sekunder.
DJPPR berharap sosialisasi ini mampu mendorong mahasiswa dan sivitas akademika Unwiku untuk tidak sekadar paham, tetapi juga tergerak berinvestasi melalui instrumen negara. Dengan begitu, mereka ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






