BANYUMAS – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Banyumas periode 2026/2027 resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Sipanji Banyumas, Ahad (31/5/2026).
Kegiatan mengusung tema “Aktivis Intelektual Profetik: Meneguhkan IMM Banyumas sebagai Episentrum Gerakan Mahasiswa Berkemajuan”. Pelantikan ini dihadiri perwakilan Pemkab Banyumas, Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, PDM dan PDA Banyumas, tokoh dan alumni IMM, organisasi otonom Muhammadiyah, serta kader dari berbagai komisariat.
Ketua Umum: Jabatan Bukan Kebanggaan, Tapi Amanah
Ketua Umum PC IMM Banyumas periode 2026/2027, Afif Sarifudin, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus memandang jabatan sebagai amanah perjuangan. Menurutnya, tanggung jawab itu harus diwujudkan lewat kerja nyata bagi masyarakat.
“Jabatan di IMM bukan hal yang perlu dibanggakan, tetapi amanah yang perlu diperjuangkan,” tegas Afif.
Ia berkomitmen melahirkan kader terbaik yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kepekaan sosial. IMM Banyumas juga diarahkan menjadi organisasi yang memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Tiga Landasan Gerakan IMM Banyumas
Afif menjelaskan, tema pelantikan lahir dari refleksi terhadap tantangan gerakan mahasiswa saat ini. Ia menilai terjadi krisis kepemimpinan, jarak gerakan mahasiswa dari persoalan riil masyarakat, serta menurunnya kepedulian sosial.
“Aktivis intelektual tidak hanya pandai berdiskusi di ruang akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu yang diperoleh di kampus menjadi gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, terdapat tiga landasan utama gerakan IMM Banyumas ke depan. Pertama, penguatan intelektual kader lewat budaya literasi dan kajian. Kedua, penguatan gerakan sosial kemasyarakatan. Ketiga, penguatan nilai-nilai profetik yang berlandaskan liberasi, humanisasi, dan transendensi.

DPD IMM Jateng: IMM Harus Terus Tumbuh dan Menumbuhkan
Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, yang melantik langsung kepengurusan, menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan kaderisasi. Menurutnya, IMM harus terus tumbuh sekaligus menumbuhkan.
“IMM harus terus tumbuh dan menumbuhkan. Kader-kader berkualitas lahir dari proses pembinaan yang baik dan kesungguhan dalam menjaga kualitas kaderisasi,” ujar Nia.
Ia menilai tantangan organisasi mahasiswa saat ini semakin kompleks. Dibutuhkan kader dengan kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan kuat, dan komitmen pengabdian sosial.
Pemkab Banyumas Dorong Mahasiswa Miliki Desa Binaan
Pemerintah Kabupaten Banyumas yang diwakili Kepala Bakesbangpol menyampaikan bahwa mahasiswa menghadapi perubahan sosial yang sangat cepat. IMM dinilai memiliki posisi penting sebagai mitra pembangunan daerah.
Ia memaparkan sejumlah program pemerintah seperti monitoring wilayah perbatasan dan pengembangan desa binaan. Program ini dinilai bisa menjadi ruang kolaborasi dengan mahasiswa.
“Kalau bisa mahasiswa memiliki desa binaan di empat penjuru angin. Kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan desa akan membantu mereka memahami persoalan riil masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus.
PDM Banyumas: Jaga Identitas Gerakan IMM
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, Mukhsin Asyafiq, M.Si., menekankan pentingnya menjaga identitas gerakan IMM sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah. IMM diharapkan mampu menjaga tradisi intelektual dan memperkuat kaderisasi.
Pelantikan PC IMM Banyumas periode 2026/2027 menjadi penanda estafet kepemimpinan baru. IMM Banyumas diharapkan menjadi episentrum gerakan mahasiswa berkemajuan yang melahirkan gagasan, aksi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Banyumas.
Penulis : Fahmi Rahmatan Akbar
Editor : Angga Saputra






