INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

MINGGU DAN METODA CHOMSKY

Minggu, 31 Desember 2023

Prof Yudhie Haryono PhD
Rektor Universitas Nusantara

Belajar ide-ide Chomsky di hari Minggu seperti membaca khutbah haji wada. Jelas dan tegas. Intinya “kedaulatan dan kemerdekaan.”

Dus, melawan agenda neoliberalisme yang mewajah dalam imperialisme, terorisme dan fundamentalisme bagi Chomsky adalah keharusan. Sebab tiga hal itu menghancurkan kemanusiaan global. Bagaimana caranya? Chomsky mengajukan empat langkah. Pertama purifikasi demokrasi. Kedua, masifikasi kesadaran via narasi (gandakan cendekiawan bebas). Ketiga, banjiri dunia dengan media alternatif. Keempat, bangun blok politik mandiri tiap negara.

Sesungguhnya, di beberapa negara, metoda chmosky sudah berkembang dan dijalankan. Di Indonesia muncul sukarnoisme, di Filipina muncul rizalisme, dll adalah contoh nyata bahwa metoda itu berjalan. Sebagian berhasil, sebagian gagal total.

Menarik juga membaca pengalaman negeri-negeri Amerika Latin dalam menginterupsi ideologi neoliberalism. Lewat pemilu, seperti terpilihnya Hugo Chaves sebagai Presiden Venezuela (1998), Presiden Brasil, Luis Ignacio da Silva (2003), Presiden Argentina, Cristina Elisabet Fernández (2007), Presiden Chili, Michele Bacheret (2006) atau Presiden Nikaragua, Daniel Ortega (2006), maupun via revolusi di Iran yang dipimpin Khomeini (1979).

Mereka menikmati metoda demokrasi liberal, tetapi menang dan melakukan program-program yang berlawanan dengan agenda pasar bebas desain neoliberalis. Mereka berhasil menyingkilkan neoliberalisme lewat program nasionalisasi perusahaan tambang mineral dan migas, sambil memberlakukan sistem sendiri (populisme dan kerakyatan).

Dari beberapa kasus kekalahan metoda jahat neoliberalisme, kita dapat meyakini tesis bahwa para neoliberalis sesungguhnya memiliki kekuatan palsu, kebenaran semu dan keberanian menipu plus praktik pembunuhan di mana saja dan kapan saja. Artinya “bisa dikalahkan dan bahkan bisa dilenyapkan.”

Tetapi, yang sering terjadi kita melukiskannya demikian hebat sampai putus asa dan tidak ketemu kontra skemanya. Lalu, banyak orang memilih berdoa dan kapok bangun pasukan perlawanan. Jeri memproduk blok historis yang tak kenal kata kalah. Pasrah akan nasib diri dan negaranya ditawan oleh skema-skema baru para penjajah.

Studi terbaru pada para penjajah itu misalnya, mereka memproduksi economic hit man (EHM). Ini adalah agensi profesional berpenghasilan sangat tinggi yang menipu negara-negara berkembang di seluruh dunia dengan jebakan utang. Ontologinya adalah finansial, epistemnya adalah uang dan kebebasan fiskal, sedang aksiologinya adalah “pembangunan infrastruktur.”

Mereka menyalurkan utang dari Word Bank, IMF, USAID dan organisasi pengutang luar negeri lainnya plus skema perdagangan bebas. Mereka membuat utang itu menjadi dana korporasi-korporasi raksasa dan melobi pemerintah penerima dana untuk membuat undang-undang perlindungannya sekaligus. Muncullah program prifatisasi, swastanisasi, investasi luar negeri, depresiasi (rupiah) dan repatriasi (pajak) bahkan tax amnesty.

Akibatnya, lahirlah pribadi sultanik, keluarga kaya raya, pemerintah oligark, genk konglomerasi, lembaga predatoris yang mengendalikan sumber-sumber daya alam planet bumi ini. Kejahatan lanjutannya adalah mereka membuat laporan keuangan yang menyesatkan, pemilihan umum yang curang, penyuapan, pemerasan, persekongkolan, lobi uang dan sex, serta praktik pembunuhan terencana.

Bisnis senjata, narkotika, perang, uang haram akhirnya ikut serta dalam persekongkolan kekuasaan global tersebut. Tumbuhlah korporasi global, bank penipu, dan pemerintah palsu sehingga lahir segelintir manusia yang berenang dalam kekayaan saat mayoritas lainnya tenggelam dalam kemiskinan.

Jadi, apa yang harus kita lakukan kini? Ada banyak kerja raksasa yang menanti di depan mata. Pertama, bangun kesadaran nasional untuk melakukan 12 kerja besar:
1)Rekonstitusi;
2)Nasionalisasi aset strategis; 3)Transformasi shadow economic; 4)Pajak super progresif;
5)Redesain pariwisata;
6)Ekspor tenaga ahli;
7)Kemplang warisan utang luar negri; 8)Reevaluasi, rekapitalisasi dan rebuildingisasi BUMN dan BUMD; 9)Atur ulang rezim devisa bebas; 10)Refinansialisasi dan strategi kedaulatan rupiah;
11)Reindustrialisasi dan proteksi produksi dalam negeri;
12)Cetak eksportir dunia.

Kedua, bangun kesadaran kedaulatan di semua bidang via pendidikan dan perkaderan (formal, informal dan non formal). Ketiga, bangun keyakinan menjadi negara adidaya, peradaban dunia via mentalitas outward-looking dan redefinisi ipoleksosbudhankam. Kapan? Kini dan mulai saat ini di sini.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

15 Oknum Prajurit TNI Ditahan Buntut Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali

Selanjutnya

Giliran Lima Jaksa Dilaporkan Ananto ke Jamwas RI Terkait Kasus Sengketa Kebondalem

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kapolresta Banyumas: Kriminalitas Meningkat, Patroli Malam dan Satkamling Diperkuat

Polresta Banyumas Ungkap Kasus Sultan Nusantara, Korban Rugi Rp50,8 Juta, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik

Selasa, 26 Mei 2026

Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih, Seniman Banyumas Ancam Ambil Langkah Taktis

Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih, Seniman Banyumas Ancam Ambil Langkah Taktis

Selasa, 26 Mei 2026

Optimalkan Pembinaan, Rutan Banyumas Pindahkan Napi Perempuan ke LPP Semarang

Optimalkan Pembinaan, Rutan Banyumas Pindahkan Napi Perempuan ke LPP Semarang

Selasa, 26 Mei 2026

Selanjutnya
Komisi III DPR RI Diminta Ananto Berikan Atensi Khusus untuk Dugaan Korupsi Kasus Kebondalem

Giliran Lima Jaksa Dilaporkan Ananto ke Jamwas RI Terkait Kasus Sengketa Kebondalem

AKOBAH BIN BAKKAH

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com