INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Mahasiswa di Purwokerto tuntut pengesahan RUU PKS

Selasa, 9 Maret 2021

Pewarta: Sumarwoto | Editor: Antarajateng Selasa, 9 Maret 2021 14:53 WIB

Sekitar 30 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Banyumas menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Tuntutan tersebut mereka suarakan saat menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2021 di Jalan Jenderal Soedirman, selatan Alun-Alun Purwokerto, Selasa.

Aksi damai yang berlangsung singkat dengan pengawalan petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas itu diisi dengan orasi dan pembagian selebaran kepada pengguna jalan.

Saat ditemui wartawan, Koordinator Aksi Front Perjuangan Rakyat Banyumas Yasmin Gita Pembayun mengatakan bahwa RUU PKS itu harus segera disahkan.

“Di dalam RUU PKS sendiri itu ‘kan berpihak pada korban. Sekarang kalau korban tidak mempunyai bukti fisik, bukti yang konkret, maka pelaku tidak bisa diadili dan korban tidak mendapatkan keadilan apa pun,” kata Yasmin Gita Pembayun yang berasal dari Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Selain itu, kata dia, aksi damai Front Perjuangan Rakyat Banyumas yang melibatkan perwakilan mahasiswa dari FMN, HMI-MPO, Himsi UBSI, BEM Unwiku, BEM UHB, BEM Universitas Amikom, BEM Unsoed, dan sebagainya juga menyoroti masalah ketertindasan yang masih dirasakan oleh kaum perempuan.

Menurut dia, kaum perempuan dalam mengakses pendidikan maupun kesehatan juga masih terbatas.

“Kurang lebih 64.000 perempuan setiap tahunnya meninggal akibat melahirkan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja juga makin menghimpit kaum perempuan karena hak cuti melahirkan dan cuti haid dihilangkan.

Dengan demikian, kata dia, jika kaum perempuan yang menjadi buruh itu mengajukan cuti melahirkan atau cuti haid akan mendapatkan pemotongan gaji.

Dalam kesempatan itu, Yasmin mengutip hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Baskara” Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terhadap mahasiswa penyintas di UMP.

Dari penelitian tersebut, lanjut dia, diketahui bahwa masih banyak mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual di kampus.

“Kemarin ada survei yang dilakukan oleh LPM ‘Baskara’, dari 62 responden, sekitar 60 persen mahasiswa itu masih mengalami kekerasan seksual di dalam kampus. Kampus menganggap hal itu biasa dan bisa diselesaikan secara damai,” kata mahasiswi UMP itu menegaskan.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

4 Trik Mudah Mengingat Nama Orang yang Baru Kamu Temui

Selanjutnya

Dindikbud Cilacap mulai persiapkan pembelajaran tatap muka

TERBARU

Tak Pakai Racun, Polsek Lumbir dan Petani Gunakan Belerang untuk Gempur Hama Tikus

Tak Pakai Racun, Polsek Lumbir dan Petani Gunakan Belerang untuk Gempur Hama Tikus

Rabu, 29 April 2026

Kasus Kekerasan Anak di Banyumas Turun Jadi 28 Sepanjang 2025, tapi Dinilai Belum Ungkap Fakta Sebenarnya

Kasus Kekerasan Anak di Banyumas Turun Jadi 28 Sepanjang 2025, tapi Dinilai Belum Ungkap Fakta Sebenarnya

Rabu, 29 April 2026

Insiden Kereta di Bekasi, KAI Daop 5 Purwokerto Minta Maaf dan Batalkan 11 Perjalanan

Evakuasi di Bekasi Masih Berlangsung, KAI Daop 5 Purwokerto Batalkan 10 Perjalanan KA Hari Ini

Rabu, 29 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya

Dindikbud Cilacap mulai persiapkan pembelajaran tatap muka

Baru sebagian petugas lapas di Nusakambangan divaksin

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com