INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

KISAH ALKITABIYAH

Selasa, 19 Desember 2023

 

Prof. Yudhie Haryono PhD
Rektor Universitas Nusantara

Tidak ada buku baru yang melebihi Alkitab dalam mencerahkan dan menyesatkan ummat manusia. Yang tercerahkan dan tersesat karenanya hampir mencapai jumlah yang tercerahkan dan tersesat karena buku-buku kuno lainnya.

Kawan. Ditinjau dari segi kebahasaan, Alquran berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang.” Kata Alquran adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca.

Ia dibaca oleh para arabis seakan-akan Tuhan dan Muhammad yang hadir, bersenda gurau dan menjadi penolong-petunjuk. Ia dibaca dan dianggap menyelesaikan problem pembacanya. Ia bahkan dibaca seakan-akan bisa mengobati problem bangsa. Replikasi tuhan, muhammad, obat dan solusi adalah posisi alquran kini.

Padahal, Muhammad sendiri sebagai pembawa dan pembuatnya tak pernah berniat sejauh itu. Sebab alquran hanya kompilasi dari obrolan-obrolan, konsensus-konsensus, cerita-cerita, mimpi-mimpi, visi-misi, perintah-larangan, model-model, modul-modul, gambaran-gambaran dan modus. Sejarah alquran adalah sejarah kejadian. Ia tak lahir dari ruang kosong. Karenanya ia cacat tempat, waktu dan agensi. Tak aplikatif di semua tempat, waktu dan generasi.

Dus, hanya pada si dungu, sebuah buku lebih mulia dari nalar. Hanya pada si miskin, sebuah buku lebih berharga dari harga dirinya. Hanya pada si palsu, sebuah buku lebih mahal dari revolusi tekhnologi dan pengetahuan. Hanya pada si jahil, ia dihapal dan dijadikan mantra pencari rizki.

Alkitab membentuk ketercerahan sekaligus ketersesatan centrifugal sekaligus centripetal sehingga menjadi kebenaran yang, riil sekaligus mistis mitologis.

Dus, hanya pada si cerdas, sebuah buku tetap buku: tak lebih hebat dari buku darmogandul atau novel karya si anu. Tetapi, siapa mau cerdas di zaman jahiliyah ini, zaman kalabendu saat uang jadi Tuhan dan mencipta babu.

Kekasih. Melihat matamu seperti melihat Alkitab, Jakarta dan Indonesia. Penuh ilmu, tipu-tipu dan buram. Muram dan sengsara bagi banyak manusia. Jika jakarta menyengsarakan kaum miskin, kamu menyengsarakan saya.

Jika indonesia membuat daerah-daerah paria dan timpang, kamu membuatku sakaw dan sinting. Apa coba yang tak tumbuh di matamu? Lengkap pasalnya: kemunafikan, manipulasi, penjilatan, korupsi, kolusi, nepotisme, fundamentalisme, terorisme, pemalsuan, kebusukan, kebodohan, ketakutan dan kehampaan.

Tak ada masa depan yang gemilang. Tak ada kegagahan. Tak ada idealisme. Tak ada prestasi. Tak ada apa-apa kecuali zaman negatif dan suram. Semua menyembah kursi, lawan jenis dan kapital. Anti ilmu, anti pengetahuan, anti moral dan anti estetika.

Yang mengherankan, “aku jatuh hati padamu.” Seperti jatuh cintanya aku pada Indonesia. Sedih, pedih dan sakaw aku dibuatnya.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

DI MANA KINI NAWACITA

Selanjutnya

Yanuar Arif Wibowo SH

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Alumnus SMA N 1 Purwokerto Yugo Deandra Terpilih Wakili Indonesia di Olimpiade Astronomi Internasional 2026

Alumnus SMA N 1 Purwokerto Yugo Deandra Terpilih Wakili Indonesia di Olimpiade Astronomi Internasional 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Cara Nobar Piala Dunia 2026 Legal Tanpa Ribet! Ini Syarat & Langkah Daftar via Bola Gembira

Cara Nobar Piala Dunia 2026 Legal Tanpa Ribet! Ini Syarat & Langkah Daftar via Bola Gembira

Kamis, 18 Juni 2026

SPMB 2026 SMA N 1 Purwokerto Digarap Digital, Sekolah Tak Bisa Intervensi Data

SPMB 2026 SMA N 1 Purwokerto Digarap Digital, Sekolah Tak Bisa Intervensi Data

Kamis, 18 Juni 2026

Selanjutnya

Yanuar Arif Wibowo SH

Menko PMK Yakin Covid -19 Tak Akan Lagi Menjadi Pandemi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com