INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kiriman Berlimpah, Daya Tampung TPST Wlahar Tak Memadai

Selasa, 9 Maret 2021

9 Maret 2021 | Kategori Suara Banyumas

Sehari Masuk 30 Truk, Kapasitas Alat Hanya 15 Truk

PURWOKERTO-Daya tampung sampah masyarakat dari wilayah Kota Purwokerto, Sumpiuh dan Tambak yang masuk ke tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) Wlahar Patikraja, kini sudah tidak memadai.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Dalam sehari kiriman sampah dari tiga wilayah itu, utamanya dari Purwokerto mencapai 30 truk sehari. Satu truk kaspitas muat 7-6 meter kubik atau sekitar 2 ton, karena 1 meter kubik (m3) sekitar 0,3 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Junaedi mengatakan, pihaknya menargetnya 10 bulan ke depan, sampah yang masuk ke TPST tinggal 60 persennya atau 15 truk saja.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

‘Kita targetkan di Oktober 2021 ini, tinggal 15 truk yang masuk ke TPST. Kalau sekarang masih cukup tinggi. Sampah ini kan sisa-sisa hasil pemilahan dan pemrosesan di hanggar-hanggar yang sudah ada,” katanya, kemarin.

Menurutnya, saat ini sudah beroperasi sekitar 21 TPST, dan tinggal beberapa kecamatan yang belum ada sama sekali. Seperti Tambak, Sumpiuh, Lumbir, Kemrajen, Gumelar dan Purwojati. Hanggar paling banyak berada di Kota Purwokerto. Di kota yang sudah ada, di antaranya Pabuaran, Purwonegoro, Kober, Arcawinangun, Bobosan, Grendeng dan Karangwangkal.

“Ini di Wlahar Patikaraja sedang kita bangun TPST Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE). Pembangunannya sudah mencapai 15 persen, target selesai Oktober. Rencananya 2022, kami akan operasionalkan secara maksimal untuk menampung sisa-sisa dari hanggar-hanggar yang sudah ada,” ujarnya.

Di lokasi TPST BLE Wlahar, pihaknya akan melengkapi dengan rumah magot, rumah plastik dan kolam lele. Sampah yang masuk ke lokasi nanti akan kami musnahkan dengan cara membakar sampah. Sehingga tidak ada timbunan sampah lagi di TPST. Supaya sampah yang terkirim bisa berkurang, maka pihaknya meminta KSM di masing-masing hanggar untuk memiilah lebih dulu.

“Ini butuh kerjasama semua pihak, masyarakat juga harus memilah sampah lebih dulu mestinya, tidak hanya KSM saja. Kalau dari masyarakat sudah memilah, kan KSM kan lebih mudah,” ujarnya.

Penumpukan sampah dari hulu, jelas Junaedi, justru dari KSM-KSM yang menangani sampah belum memilki hanggar. (aw-)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Industri Padat Karya Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Banyumas

Selanjutnya

Ngapak

TERBARU

Kasus Kekerasan Pengamen Obor di Purwokerto Selesai Lewat Restorative Justice

Kasus Kekerasan Pengamen Obor di Purwokerto Selesai Lewat Restorative Justice

Kamis, 19 Maret 2026

Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Makin Seragam, Ini Kriteria Terbaru MABIMS

Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Makin Seragam, Ini Kriteria Terbaru MABIMS

Kamis, 19 Maret 2026

AKANKAH KITA MENEMUKAN SOEMITRONOMICS?

AKANKAH KITA MENEMUKAN SOEMITRONOMICS?

Kamis, 19 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Ngapak

Minggu Berdarah di Kota Selma

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com