BANYUMAS– Ribuan warga memadati halaman Masjid Al Barokah, Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, untuk menyaksikan pertandingan sepak bola api. Tradisi unik ini digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Lima tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain bertanding dengan membawa bola yang menyala. Di tengah guyuran semangat kebersamaan, para peserta menunjukkan keberanian luar biasa sekaligus kekompakan yang apik di lapangan.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa sepak bola api bukan semata hiburan. Menurutnya, tradisi ini merupakan warisan budaya yang sarat makna dan harus terus dijaga oleh generasi muda.
“Kami ingin memeriahkan tahun baru Islam dengan cara yang khas. Sepak bola api adalah identitas kami, dan ini adalah bukti bahwa tradisi bisa tetap hidup di tengah zaman,” ujarnya.
Sekretaris Kelurahan Karanglewas Lor, Yuli Fatiah, S.P., yang mewakili Plt Lurah, turut menekankan pentingnya pelestarian tradisi. Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi simbol eratnya tali silaturahmi masyarakat setempat.
“Ini warisan leluhur yang harus kami rawat bersama. Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi semua warga,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengamanan ketat dilakukan oleh jajaran Polsek Purwokerto Barat, Polresta Banyumas. Dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Honor Andrianto, petugas kepolisian bersiaga penuh guna memastikan jalannya pertandingan tanpa hambatan berarti.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Purwokerto Barat AKP Susanto, S.H., M.H., C.Med, menjelaskan bahwa kehadiran aparat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami hadir bukan untuk membatasi, tapi untuk melindungi dan memastikan seluruh prosesi berjalan aman. Ini juga bagian dari upaya kami mendukung pelestarian budaya lokal,” ujar AKP Susanto.
Hingga acara usai, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan penuh antusiasme. Tradisi sepak bola api yang dipertahankan turun-temurun ini terbukti masih mendapat tempat istimewa di hati warga, sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








