BANYUMAS – Babak akhir penilaian Kwartir Ranting (Kwarran) Tergiat tingkat Kwarcab Banyumas tahun 2026 resmi berakhir, Minggu (9/8/2026). Dua wilayah terakhir yang menjadi sasaran visitasi tim penilai adalah Kwarran Jatilawang dan Kwarran Purwojati.
Dengan rampungnya penilaian di dua kecamatan tersebut, total 27 kwarran se-Kwarcab Banyumas telah menjalani proses evaluasi ketat untuk memperebutkan gelar Kwarran Tergiat Tahun 2026.
Sekretaris Gerakan Pramuka Kwarcab Banyumas, Wahyu Handoko, yang memimpin langsung tim di putaran final ini menjelaskan, agenda tahunan ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, penilaian menjadi alat ukur efektivitas organisasi di tingkat ranting.
“Kami tidak hanya mencari siapa yang berhak membawa pulang piala. Ini adalah instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana roda organisasi berjalan dan bagaimana kontribusi Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar Handoko, Minggu sore.
Ia menambahkan, tim penilai telah bekerja sejak 27 Juni lalu. Berbagai aspek mendapat sorotan, mulai dari tata kelola administrasi, pembinaan gugus depan (gudep), program anggota muda dan dewasa, hingga kontribusi sosial di masyarakat.
“Setiap kwarran punya kekhasan dan inovasi masing-masing. Proses ini menjadi ruang belajar bersama, menyerap praktik baik sekaligus membenahi bagian yang masih kurang,” imbuhnya.
Ketua Kwarran Jatilawang, Subagyo, menyambut positif pelaksanaan penilaian rutin ini. Menurutnya, meski terasa kompetitif, kegiatan ini justru memacu semangat pengurus untuk terus berbenah.
“Dengan adanya penilaian, kami termotivasi menjalankan program kerja dan terus berinovasi. Bagi kami, ini bukan sekadar meraih prestasi, tapi juga menjaga semangat berkarya,” tutur Subagyo.
Setelah mengarungi seluruh wilayah Banyumas, dari pelosok hingga perkotaan, kini tim penilai kembali ke meja kerja untuk melakukan rekapitulasi akhir. Seluruh data dari 27 kwarran akan dikompilasi untuk menentukan peringkat terbaik.
Persaingan dipastikan sengit. Setiap ranting membawa program unggulan dan terobosan yang dinilai unik. Kini, seluruh kader Pramuka Banyumas hanya bisa menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan pada upacara penurunan bendera dalam rangka Hari Pramuka ke-65, di GOR Satria Purwokerto, 10 September mendatang.
Siapa yang akan keluar sebagai yang terbaik? Semua mata tertuju pada 10 September.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






